Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Jokowi Beri Penghargaan Kedaulatan Pangan ke 4 Gubernur di Tengah Sawah

*Insinyur Pertanian Jangan Kebanyakan di Kantor
- Sabtu, 27 Desember 2014 14:48 WIB
252 view
Subang (SIB)- Presiden Jokowi blusukan ke Subang, Jawa Barat. Kunjungan pertama, Presiden Jokowi mengunjungi BP Pertanian Tanam Padi, Desa Sukamandi.

Di lokasi ini, Presiden Jokowi memberikan penghargaan kepada sejumlah Gubernur di bidang Kedaulatan Pangan. Para Gubernur yang menerima penghargaan ialah:

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur NTB Zainul Madji dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara ini, merupakan pertama kalinya dilakukan di tengah sawah. Biasanya, acara seremoni ini dilakukan di Istana Negara.

"Hal ini menandakan presiden ingin lebih dekat dengan rakyat," ucap Amran di BP Pertanian, Subang, Jabar, Jumat (26/12).

Jangan Kebanyakan di Kantor
Presiden Joko Widodo gusar karena Indonesia masih impor beras. Untuk itu Presiden Jokowi meminta kepada Mentan Amran Sulaiman supaya para insinyur pertanian tidak dikandangkan di kantor.

"Saya kalau ke daerah selalu tanya, 1 hektar panen berapa ton, jawabannya paling 4,5 ton sampai 6 ton. Enggak pernah 8 ton," cerita Jokowi di depan petani, di BP Pertanian, Subang, Jabar.

Jokowi rupanya sadar, ternyata karena tidak ada insiyur pertanian maka hasil panen tidak pernah besar.

"Problemnya apa? Padahal di balai bisa dilakukan dengan cermat, tapi ternyata di lapangan enggak ada bimbingan. Makanya sata titip ke Mentan agar para insinyur pertanian jangan kebanyakan di kantor, harus turun ke lapangan. Beri bimbingan," tegasnya.

Menurut Jokowi, bila petani tidak dibimbing, maka hasil panen tidak maksimal. Imbasnya, Indonesia akan terus impor beras dan tidak bisa swasembada pangan.
"Saya enggak mau kayak gitu, kita harus kompetisi. Karena saya lihat di lapangan, kita mampu," ujarnya. (detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru