Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Pilot Iriyanto Lulusan Terbaik Sekolah Penerbangan TNI AU Tahun 1983

- Selasa, 30 Desember 2014 19:04 WIB
587 view
Jakarta (SIB)- Danlanud Adisutjipto Marsekal Pertama Yadi I Sutanandika mengisahkan figur pilot AirAsia QZ8051 Kapten Iriyanto sebagai penerbang handal. Yadi juga mengatakan Iriyanto adalah salah satu lulusan terbaik sekolah penerbang TNI AU Adisutjipto.

"Beliau di sekolah penerbang Adisutjipto angkatan 30, lulus (tahun) 83. Kalau saya angkatan 36, lulusnya 87," ujar Yadi.

Hal ini disampaikan Yadi kepada wartawan usai menghadiri jumpa pers soal penyelundupan sabu yang digelar di kantor KPPBC Yogyakarta, Senin (29/12).

"Beliau terbaik lulus sekolah penerbangan, ada tempur, heli, di skuadron, beliau penerbang handal di F5. Pesawat tempur," imbuhnya.

Yang dimaksud penerbang handal, imbuh Yadi, adalah penerbang yang tidak bermasalah dan bisa membawa adik-adik angkatannya menjadi penerbang yang handal pula.

"Secara pribadi sangat friendly, saya perbedaan sekitar 4 tahun, tapi dengan junior-juniornya sangat akrab sekali. Dia panggil saya akang-akang saja. Saya juga panggil beliau akang. Komunikasi continue lewat Facebook," tutur Yadi.

Mau Ganti Cat Kamar
Anak pertama Pilot Iriyanto, Angle Anggi (25) terkejut begitu mendengar kabar hilangnya AirAsia QZ8501 yang dipiloti papanya. Gadis yang akrab disapa Ninis ini sempat mengurungkan diri seharian di kamarnya.

Ninis akhirnya keluar dari kamarnya hari ini dan menemui tamu-tamu yang datang ke rumahnya, di Perum Pondok Jati Blok BC 12A Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Tamu-tamu datang untuk bersimpati atas menghilangnya AirAsia QZ8501.

Wajahnya yang sembab berusaha ramah menerima tamu. Dia juga terlihat tegar dan menyalami tamu dan teman-temannya. Dia berharap, papanya bisa segera pulang dengan selamat.

"Mudah-mudahan papa pulang dengan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah," kata Anggi saat ditemui di rumahnya, Senin(29/12).

Anggi sedikit demi sedikit menceritakan kenangan dengan papanya sebelum kabar AirAsia QZ 8501 hilang kontak. Papanya yang lahir di Yogjakarta 12 Desember 1957, bekerja menjadi pilot TNI AU, Sriwijaya dan akhirnya AirAsia.

Iriyanto menikah dengan RR Widiya Sukati Putri asal Madiun. Mereka memiliki dua anak, yaitu Angle Anggi (25) dan Ariya Galih Gegana (8).

Lulusan Universitas Darul Ulum (Undar) ini mengaku terakhir bertemu dengan papanya pada Rabu (24/12). Saat itu papanya sempat masuk ke kamar dan bermaksud untuk mengganti cat kamarnya.

"Papa mau merenovasi cat ruangan kamarmu, enaknya di cat apa ya," jelas Anggi menirukan papanya.

"Terserah papa aja," jawab Anggi. Sejak itu dirinya belum melihat Iriyanto lagi hingga kini.

Dirinya berharap papanya diberi perlindungan dan keselamatan. "Saya berharap Papa diberikan perlindungan dan keselamatan agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga di rumah," harapnya.

Kopilot dari Prancis Masuk Daftar Pilot Bergengsi
Kopilot pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak, Remi Emmanuel Plesel, merupakan warga negara Prancis. Media Prancis menyebut Plesel sebagai pilot berpengalaman dan terlatih.

Tidak banyak informasi soal Plesel yang didapat dari internet. Namun dilansir media Prancis, dreuz.info, Senin (29/12), Plesel disebutkan sebagai pilot berusia 45 tahun berasal dari Marigot, wilayah Prancis di wilayah Karibia.

Disebutkan bahwa Plesel dilahirkan di Martinique, sebuah pulau yang ada di Laut Karibia yang masih merupakan wilayah Prancis. Namun dia diketahui tinggal di wilayah Paris.

dreuz.info menyebutkan bahwa Plesel menjabat sebagai wakil presiden APPAG, yang merupakan asosiasi pilot profesional keturunan Antillo-Guyanese yang dibentuk sejak 15 November 2001 lalu.

Bahkan pilot dengan pengalaman 2.275 jam terbang ini masuk dalam daftar bergengsi pilot-pilot paling berkualitas dan terlatih oleh FAA pada September 2013 lalu.

"Plesel merupakan salah satu pilot yang menjalani pendidikan tinggi dan memiliki kesehatan baik yang dididik oleh FAA," demikian tulis dreuz.info yang merupakan situs berita berbahasa Prancis.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal FAA tersebut oleh dreuz.info, namun diketahui bahwa FAA merupakan kependekan dari Federal Aviation Administration, atau otoritas penerbangan federal di Amerika Serikat.

Pada Minggu (28/12) pagi waktu Prancis, yang berarti Minggu siang atau sore waktu Indonesia, Dewan Kota Marigot datang mengujungi keluarga Plesel di wilayahnya untuk menyampaikan simpati dan duka cita mendalam.

Bersama dengan pilot Iriyanto, Plesel menerbangkan pesawat AirAsia QZ8501 yang terbang dari Bandara Juanda, Surabaya menuju ke Bandara Changi, Singapura. Namun sayangnya, pesawat tersebut hilang kontak pada Minggu pagi.(detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru