Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

KPI Kecam TV yang Tayangkan Jasad Korban Penumpang AirAsia

*AirAsia Marah, TVOne Minta Maaf
- Rabu, 31 Desember 2014 09:57 WIB
1.046 view
Jakarta (SIB)- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengirimkan pernyataan terkait insiden TV yang menayangkan jenazah korban penumpang AirAsia. KPI menilai tayangan itu atas nama apapun apalagi sekedar eksklusifitas melanggar prinsip jurnalistik.

"Terdapat televisi yang melakukan pengambilan gambar evakuasi korban jenazah AirAsia secara close up tanpa diblur. Ini jelas jelas melanggar prinsip jurnalistik, norma kesopanan dan kaidah-kaidah yang berlaku di negara ini," jelas Komisioner KPI Pusat Bidang Pengawasan Isi Siaran Agatha Lily dalam siaran pers, Selasa (30/12).

"Praktik jurnalistik macam ini sangat tidak beretika dan tidak berperikemanusiaan," tambah Liy.

Televisi yang menayangkan jasad penumpang itu TvOne. Pihak televisi itu juga sudah meminta maaf karena penayangan dilakukan untuk tujuan fakta temuan di lapangan dan kejelasan informasi.

"KPI mengecam lembaga penyiaran yang secara serampangan telah mengeksploitasi korban untuk keperluan tayangan dengan dalih eksklusifitas dan aktualitas berita. Sungguh sebuah kemunduran praktik jurnalistik di Indonesia telah dipertontonkan di layar kaca," tutup Lily.

AirAsia Marah

Ketegangan terjadi di posko Crisis Center, Bandara Juanda, Surabaya saat TVOne menayangkan gambar jasad korban yang diduga korban AirAsia. Tiba-tiba seorang perempuan mengenakan tali beridentitas AirAsia yang dikalungkan di leher keluar dan bergegas menghampiri kru TVOne.

"Mana TVOne! Mana TVOne! Gila gambar mayat ditayangkan!" teriak salah seorang staf AirAsia sambil tolak pinggang dan dengan muka merah, Selasa (30/12). Staf AirAsia tersebut mengenakan baju kotak merah-merah. Belum sampai menemui kru TVOne, staf AirAsia itu lalu masuk ke dalam ruangan.

Sementara itu, keluarga terpukul atas tayangan tersebut. Keluarga teriak histeris. Bahkan 1 anggota keluarga sempat pingsan dan langsung dibawa keluar dengan kereta tidur dorong oleh tim dokter.

"Sungguh keterlaluan!" kata keluarga korban yang berjenis kelamin perempuan berbaju biru dan bertubuh tambun itu. Sementara beberapa keluarga terlihat keluar sambil menangis. Seorang pria berkaos hijau dirangkul 2 keluarganya.
Keluarga Histeris dan Pingsan

Tayangan televisi memperlihatkan proses evakuasi jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang berada di lautan. Tayangan ini membuat keluarga korban histeris dan pingsan.

Keluarga penumpang menyaksikan televisi di ruang Crisis Center di Bandara Juanda, Surabaya, Selasa. Mereka menyimak siaran konferensi pers Kepala Basarnas melalui saluran stasiun televisi swasta. Kepala Basarnas mengatakan telah menemukan jasad di lautan.

Usai jumpa pers, TVOne memperlihatkan gambar evakuasi jasad secara berulang-ulang. Melihat itu, keluarga korban histeris tak percaya. Harapan mereka bahwa penumpang masih hidup, pupus sudah.

"Tidak, tidak!" teriak mereka sambil berpelukan dengan kerabatnya.

Para keluarga korban histeris dan menangis, ada juga yang pingsan dan ditandu oleh petugas PMI.

TvOne Meminta Maaf

TvOne diprotes staf AirAsia dan sejumlah keluarga penumpang di Bandara Juanda, Surabaya. Persoalannya karena menayangkan gambar jasad secara utuh. TvOne pun meminta maaf atas penayangan gambar itu."Kami meminta maaf kepada keluarga korban. Kami harus memberi kepastian tentang proses evakuasi," terang presenter berita TvOne dalam tayangan berita, Selasa.

Berkali-kali presenter pria itu meminta maaf atas penayangan gambar. Kemudian, tak lama TvOne memblurkan gambar itu. Dalam gambar ekslusif TvOne itu memang tampak tim Basarnas tengah turun dari Heli dan hendak mengevakuasi temuan jasad yang mengambang di laut dan mengenakan pakaian dalam.

Presenter itu juga terus menjelaskan bahwa penayangan gambar untuk memastikan kondisi temuan di laut.(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru