Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

IPW Apresiasi Kapolri Jenderal Sutarman Mengajak Pers Kerjasama Inteligen

- Jumat, 07 Februari 2014 18:51 WIB
495 view
IPW Apresiasi Kapolri Jenderal Sutarman Mengajak Pers Kerjasama Inteligen
SIB/int
Kapolri Jendral Sutarman
Jakarta (SIB)- Ajakan Kapolri Jenderal Sutarman kepada wartawan untuk menjadi intelijen patut disambut positif oleh semua pihak terutama masyarakat pers.

Organisasi pers seperti PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan AJI (Aliansi Jurnalis Independen) harus melihat ajakan ini dengan semangat kebangsaan, demi menjaga stabilitas Kamtibmas di Pemilu dan Pilpres 2014 yang dikhawatirkan banyak pihak akan diwarnai berbagai konflik.

Meski demikian Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane berharap, masyarakat pers tetap independen dan profesional. Kerjasama tersebut jangan sampai mengebiri kebebasan pers dan membuat pemihakan pers terhadap Polri. 

Demikian siaran pers IPW yang disampaikan kepada wartawan SIB di Medan, Rabu (5/2). Neta Pane lebih lanjut memaparkan, masyarakat pers harus tetap kritis  menyikapi kinerja Polri dalam menjaga Kamtibmas di sepanjang tahun politik 2014.

Sehingga kerjasama pers dan Polri hanya sebatas untuk membantu memberikan informasi awal agar jajaran Polri bisa memberikan langkah pencegahan secara cepat di tiap daerah.

Sebenarnya, secara informal dan individu, kerjasama kalangan pers dengan jajaran Polri sudah sejak lama terbangun. Cukup banyak kalangan pers memberikan informasi dan data intelijen ke kalangan Polri.

Namun menjelang tahun politik 2014 kerjasama ini perlu diformalkan, sehingga ajakan Kapolri itu sebuah kondisi yang kontekstual.

Sebab dari pendataan IPW, potensi konflik sosial di 2014 cukup tinggi.  Indikasinya sudah terlihat di tahun 2013. Dari 33 provinsi, 27 di antaranya yang diterjang konflik sosial.

Jumlah konflik sosial mencapai 153 kali, yang mengakibatkan 203 orang tewas, 361 luka, 483 rumah dirusak dan 173 bangunan lainnya dibakar.

Pertikaian antar warga dan antar kelompok mendominasi hilangnya nyawa rakyat di sepanjang tahun 2013. Terbatasnya jumlah polisi membuat Polri kesulitan melakukan deteksi dini dan antisipasi terhadap potensi konflik di berbagai daerah.

Dengan adanya bantuan masyarakat pers yang tersebar di berbagai daerah diharapkan adanya potensi konflik bisa dengan cepat diantisipasi dan dicegah.

Hanya saja, dalam kerjasama ini Kapolri harus menekankan jajaran bawahnya agar senantiasa tanggap. Jangan sampai informasi intelijen yang disampaikan pers didiamkan saja, yang kemudian membuat masyarakat pers frustrasi akibat sikap lamban jajaran bawah kepolisian.(Rel/A10/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru