Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Bolos dan Selingkuh, Menaker Pecat Empat Orang PNS

- Senin, 12 Januari 2015 15:50 WIB
366 view
Jakarta (SIB)- Baru tiga bulan Muhammad Hanif Dhaki menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) sudah melakukan gebrakan yang berani yakni memecat empat orang pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian yang dipimpinnya. Hal itu dilakukan Hanif karena keempat PNS itu melakukan banyak kesalahan, seperti tidak masuk kantor lebih dari 200 hari, melakukan tindakan asusila yakni berzinah dan berselingkuh sesama PNS Kemnaker.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Kemnaker, Elsie Armita, kepada wartawan di kantornya, Jumat (9/1).

Sayangnya Elsie enggan menyebutkan nama dan jabatan empat orang PNS yang dimaksud. "Mereka berselingkuh adanya buktinya. Rekaman dan foto ketika mereka bersetubuh," kata dia.

Elsie mengaku, banyak PNS di Kemnaker melakukan tindakan tak tercela seperti tidak masuk kerja dan melakukan perselingkuhan. "Banyak yang melakukan itu, tetapi sedikit yang mempunyai bukti sehingga kita sulit untuk melakukan tindakan atau memberi sanksi," kata dia.

Menurut Elsie, ketika Muhaimin Iskandar masih menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi banyak PNS yang dipecat karena tak masuk kantor dan berselingkuh serta ketahuan memakai ijazah palsu. "Banyak yang dipecat tapi kita melakukan secara diam-diam sesuai ketentuan hukum," katanya.

Salah satu yang dipecat oleh Muhaimin karena pakai ijazah palsu atas nama Heru Setiawan. Untuk mempercepat naik golongan memakai ijazah S1 jurusan ekonomi palsu dengan nama Universitas Trisakti. "Ketika diketahui Pak Menteri langsung mengambil tindakan tegas," kata dia.

Elsie mengatakan, ada banyak PNS di Kemnaker yang tidak bisa kerja karena mereka menjadi PNS melalui perekrutan yang tak benar pada masa lalu. "Ya, kita akan melakukan pelatihan dan pendidikan untuk mereka-mereka ini," kata dia.

Elsie menegaskan, tahun-tahun belakangan perekutan PNS di tempatnya dilakukan secara benar yakni merit system. "Tidak ada kolusi, korupsi dan nepotisme. Semuanya berdasarkan merit system," kata dia.

Ketika ditanya apa benar ketika Muhaimin Iskandar menjadi menteri banyak orang-orang dari Jawa Timur menjadi PNS di Kemnaker, Elsie mengatakan, ya karena mereka lulus tes. "Sebenarnya bukan hanya Jawa Timur. Umumnya orang Jawalah. Dan kalau pun banyak anak pejabat di sini yang jadi PNS di sini itu karena mereka lulus tes, bukan karena KKN," kata dia.

Elsie mengatakan, Menaker Hanif Dhakiri bertekat melalukan reformasi birokrasi di Kemnaker. (SP/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru