Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Adu Jotos dan Lempar Kursi, Munas HIPMI Deadlock

- Kamis, 15 Januari 2015 16:48 WIB
681 view
Adu Jotos dan Lempar Kursi, Munas HIPMI Deadlock
SIB/Detikfinance
Suasana Ricuh pada Munas HIPMI Dibandung Rabu (14/1).
Bandung (SIB)- Musyawarah Nasional (Munas) XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), berakhir deadlock setelah sempat terjadi kericuhan dalam rapat pleno III.

Rabu siang, ruangan yang biasa digunakan untuk rapat pleno terpantau kosong. Salah seorang karyawan Trans Luxury yang ditemui mengatakan, tidak ada lagi acara Hipmi untuk hari ini, bahkan banyak tamu yang sudah check-out.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno membenarkan bahwa Munas Hipmi kali ini mengalami deadlock.

“Iya benar, kami sangat prihatin dengan kondisi ini karena Hipmi menjadi anggota luar biasa Kadin,” kata Agung saat ditemui di Trans Luxury.

Menurut dia, pemilihan ketua umum Hipmi dilanjutkan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Sebagai Ketua Kadin Jabar sekaligus mantan Ketua Hipmi Jabar, Agung berharap kondisi ini bisa segera diselesaikan.

Munas Hipmi yang digelar di Kota Bandung berlangsung ricuh dan diwarnai aksi baku hantam antar sesama peserta.

Munas yang rencananya berakhir hari Selasa pukul 24 malam, akibat kerusuhan tersebut, hingga Rabu (14/1) pagi belum selesai.

Kericuhan dipicu oleh dua kubu kandidat calon ketua umum, yakni kubu Bayu Priawan dan kubu Bahlil Lahadalia. Dua kubu itu terus berebut bicara untuk membahas AD-ART. Kedua kubu bahkan saling teriak dan memaki.

Aksi baku hantam terjadi setelah peserta sidang berebutan microphone untuk melakukan interupsi. Kerusuhan terus meluas, setelah peserta sidang meminta pihak keamanan untuk mengusir para peserta sidang lainnya.

Anehnya, meski sempat terjadi baku hantam, petugas keamanan tidak berusaha mengamankan.

Tak ayal, ada peserta sidang yang sempat melempar kursi dan memukul peserta sidang lainnya. Bahkan, sampai menginjak-injak peserta sidang lainnya. Karena situasi terus memanas, akhirnya petugas keamanan turun tangan dan langsung mengamankan pelaku kerusuhan.

Karena kericuhan itu, pelaksanaan sidang dengan agenda pembacaan tata tertib Ketua Umum Hipmi diskors untuk sementara.
Peserta Kelelahan

Ketua Pimpinan Sidang Musyawarah Nasional ke-15 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Alex Yahya mengakui munas sempat panas. Hal ini diduga karena para peserta kelelahan.

“Agendanya sangat padat, bahkan sampai jam 5 pagi,” ujar Alex kepada wartawan.

Dia menjelaskan, rangkaian penyelenggaraan munas sebenarnya dimulai sejak 11 Januari. Hanya saja jadwal molor mengingat dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi.

Selain karena kelelahan, dia menilai suasana panas ini disebabkan banyak pendapat yang berbeda terutama saat membahas AD/ART. Ketika itu terdapat 10 poin yang dibahas yang memicu pro dan kontra.

“Perbedaan pendapat dan adu argumen ini biasa terjadi dalam organisasi. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi,” paparnya.

Dia menjelaskan, munas terbagi dalam empat pleno, namun mengalami skorsing pada pleno ke-3. Ketika itu sedang membahas AD/ART.

Kini, pihaknya melakukan skorsing hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun munas akan segera kembali digelar mengingat belum menghasilkan ketua umum baru.

“Selama belum ada ketum baru, pimpinan sidang yang memimpin. Sesuai AD/ART batas maksimalnya sampai 6 bulan,” pungkasnya. (Viva/Kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru