Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026
Nelayan Temukan Hidung Pesawat

Kabasarnas: Selama 16 Hari Pencarian AirAsia, Basarnas Keluarkan Rp 537 Juta

- Rabu, 21 Januari 2015 21:53 WIB
473 view
Jakarta (SIB)- Komisi V DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Kabasarnas Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo. Dalam paparannya, Soelistyo mengungkapkan anggaran yang telah dikeluarkan untuk pencarian pesawat AirAsia QZ8501 selama 16 hari sebesar Rp 537 juta.

"Gambaran mengenai anggaran selama 16 hari pencarian, kami baru mengeluarkan Rp 537.580.000," kata Soelistyo dalam raker dengan Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).

Soelistyo mengatakan tim SAR gabungan mendapat bantuan dari pemerintah daerah hingga masyarakat lokal dalam operasi pencarian jenazah korban dan badan QZ8501. Namun, menurut dia, pengeluaran yang besar adalah bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kapal.

"Yang besar itu untuk BBM, besarnya memang buat kapal," ujar jenderal TNI bintang tiga itu.

Dia menjelaskan tim SAR gabungan sudah menemukan 53 jenazah korban QZ8501. Soelistyo menambahkan telah menemui keluarga korban dan berjanji akan masih akan berupaya maksimal. "Saya akan memenuhi harapan mereka," tuturnya.

Nelayan Temukan Hidung Pesawat AirAsia QZ8501
Pencarian AirAsia QZ8501 terus dilakukan oleh tim SAR hingga hari-24. Seorang nelayan menemukan hidung pesawat AirAsia di Perairan Marabatuan, Pulau Sembilan, Kalimantan Selatan.

Hidung pesawat AirAsia ditemukan pada Senin 19 Januari 2015. "Iya kemarin ditemuin hidung pesawat sama nelayan," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Posko Gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng.

Adapun nelayan yang menemukan bernama Sunding (38) pada pukul 17.00 WIB. Sunding menemukan hidung pesawat saat akan pulang menuju Pulau Marabatuan setelah selesai mencari ikan di laut.

"Perjalanan sekitar 4 mil ke arah timur Marabatuan nelayan menemukan benda warna putih mengapung di permukaan laut yang diduga serpihan pesawat," terangnya.

Kemudian, nelayan tersebut bersama ABK-nya membawa serpihan AirAsia ke darat. Setelah itu melaporkan ke Polsek Pulau 9. Pada pukul 08.30 WIB speed boat Pol Air mengantarkan hidung pesawat AirAsia QZ8501 ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng. (detikcom/h/r)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru