Jakarta (SIB)- Ephorus HKBP, Pdt. WTP. Simarmata, MA, Minggu (25/1) meresmikan Sopo Marpingkir, di Jln. Damai Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Diawali dengan kebaktian bertema: "Diramoti Debata Songon Anak Mata", peresmian tersebut dihadiri sekitar 1.000 orang, meliputi Praeses, Parhalado dan utusan jemaat dari beberapa Distrik.
Juga hadir Menteri Hukum dan Ham Dr Yasona Hamonangan Laloy dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede.
Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata mengatakan karya yang diciptakan Panitia Nasional Jubileum 150 tahun HKBP sangat spektakuler dan monumental.
"Kita berharap, agar Sopo ini menjadi Pusat Study dan Pusat Kajian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Ephorus sembari menyebutkan sudah sejak lama dirindukan, ada tempat berdiskusi dan kajian, yang bisa memberikan pemikiran yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Menurutnya, Intelektual Kristen bisa memanfaatkan Sopo Marpingkir, untuk berdiskusi tentang berbagai hal untuk kepentingan bangsa dan negara.
Memang, kata Ephorus, HKBP telah menetapkan visi sentral, yakni HKBP menjadi berkat di dunia. Dengan demikian, hal ini hanya sebagai revitalisasi.
Sebab, sesungguhnya sejak tahun 1861, HKBP sudah menjadi berkat. Tetapi, lewat momen tertentu seperti saat ini, diharapkan HKBP menjadi berkat di tengah-tengah dunia. Bukan hanya peran spritual, melainkan ikut dalam tanggung jawab sosial.
Menteri Hukum dan HAM Yasona Hamonangan Laoly, SH, MSc, PhD mengawali sambutannya dengan memperkenal diri dan menyebutkan, bahwa dirinya merupakan bagian dari masyarakat Batak dan HKBP.
Dalam bahasa daerah Batak Toba yang fasih, Yasona Laoly mengatakan, bahwa dirinya tardidi (baptis) di HKBP Sipea-pea, Sorkam, Sibolga.
Menteri mengemukakan, Sopo Marpingkir merupakan suatu sumbangan besar bagi HKBP, juga bagi bangsa dan negara. Dia berpesan kepada pengurus yayasan, supaya menjadikan Sopo Marpingkir sebagai Pusat Motivasi dan agen pembaharuan, sehingga memberikan sesuatu yang penting tidak hanya bagi HKBP, tetapi juga bagi masyarakat Batak, baik dalam kehidupan sosial, pusat kerukunan beragama, dan juga dalam kepentingan pikiran-pikiran tentang kebangsaan.
"Saya berharap supaya HKBP berperan besar dalam bidang pendidikan sehingga, ke depan, akan lahir sesuatu yang lebih dahsyat dan lebih besar, melalui pemikiran-pemikiran dari anak-anak gereja HKBP buat bangsa dan negara,†ujarnya.
Dr.RE Nainggolan, selaku Ketua Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II dalam sambutannya mengemukakan, bahwa Sopo Marpingkir diyakini akan melahirkan pikiran-pikiran yang positif dan jernih untuk membangun kebersamaan menghadapi tantangan yang masih ada di tengah-tengah masyarakat.
Dari gedung ini, kata Nainggolan, diharapkan lahir pikiran-pikiran yang luar biasa dan cerdas, untuk membangun kehidupan bangsa dan negara, serta kehidupan jemaat HKBP di berbagai pelosok tanah air.
Menurutnya, pelaksanaan Jubileum 150 tahun HKBP tidak hanya dimiliki warga HKBP, tetapi justru menjadi gerakan okumenis yang senantiasa diharapkan pimpinan HKBP.
Ketua Umum Badan Pengurus/ Pengelola Sopo Marpingkir, Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH mengemukakan, pembangunan Sopo Marpingkir HKBP dapat diselesaikan seperti sekarang ini, bukanlah karena kekuatan atau kehebatan Panitia Nasional Jubileum HKBP dan Badan Pengelolanya, tetapi hanya karena kasih dan karunia Tuhan.
Dikatakan, Sopo Marpingkir adalah salah satu dari tiga program fisik panitia nasional. Dua program lain adalah, revitalisasi RS HKBP Balige dan renovasi Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung yang sudah selesai dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2011 lalu.
Edwin Situmorang mengakui bahwa hambatan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan adalah masalah biaya/anggaran.
Memang banyak kritikan yang disampaikan baik kepada Panitia Nasional maupun kepada Badan Pengelola. Namun, kritikan itu tidak pernah menjadi hambatan, bahkan sebaliknya menjadi pendorong.
Panitia berpendapat bahwa tugas mencari, menemukan dan mengembangkan jati diri HKBP, merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak mungkin dikerjakan sebuah kepanitiaan.
Para intelektual, harus ikut berpartisipasi, berpikir bersama, untuk HKBP khususnya dan masyarakat umumnya.
Menurutnya, "Sopo Marpingkir" akan difungsikan sebagai Pusat kajian dan bisa dikembangkan sebagai tempat pembinaan, terutama bagi generasi muda HKBP.
Peresmian itu juga dihadiri pimpinan HKBP secara lengkap, yakni Ephorus Pdt. Willem TP. Simarmata, MA, Sekjen Pdt. Mori Sihombing, MTh, Kepala Departemen (Kadep) Koinonia Pdt. W.Tampubolon, STh, Kadep Diakonia Pdt.Drs. Bihelman D.F Sidabutar,STh, dan Kadep. Marturia Pdt. M.P Sinaga, MTh serta beberapa Praeses.
Hadir pula, mantan Ephorus Pdt Dr.Bonar Napitupulu dan Pdt Dr, SAE Nababan, LLD, serta beberapa anggota DPR RI asal Sumut, antara lain, Martin Hutabarat SH (Gerindra) dan Sahat Silaban (Nasdem).
Dari Medan (Sumut) hadir Dr. RE.Nainggolan (mantan Ketua Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II) , mantan Bupati Taput Torang L.Tobing, Drs Bukit Tambunan, Jadi Pane, SE dan lain lain.
Ketua Panitia peresmian Patuan Siahaan mengemukakan, biaya pembangunan Sopo Marpingkir mencapai Rp 55 miliar, namun saat ini Badan Pengelola masih punya hutang (bentuk pinjaman) sekitar Rp 27 miliar.
Selain meresmikan Sopo Marpingkir, Ephorus HKBP juga melantik Badan Pembina, Badan Pengawas dan Badan Pengurus Yayasan Sopo Marpingkir HKBP.
Badan Pengurus: Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH (Ketua Umum), Letjen (Purn) Romulo R.Simbolon. SIP (Ketua I Bidang Pengkajian), Ir. Alex Sinaga (Ketua II Bidang Usaha), Patuan Siahaan, SH (Sekretaris Umum), Galumbang Simanjuntak (Bendahara Umum).
Selain itu, terdapat 6 (enam) anggota, masing-masing: Mangihut Sinaga, SH, Drs. San Herib Panjaitan, MBA, Pdt. Daniel Harahap, MTh, Sudung Situmorang,SH, Leonard Silalahi, dan MTO Pakpahan.
(G1/d)