Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

5.115 Pasangan Nikah Massal di Jakarta, Pengantin Diarak dengan Panser TNI AD

- Kamis, 29 Januari 2015 12:48 WIB
338 view
5.115 Pasangan Nikah Massal di Jakarta, Pengantin Diarak dengan Panser TNI AD
Jakarta (SIB)- Sebanyak 5.115 pasangan pengantin se-Jabodetabek hari Rabu (28/1) melangsungkan pernikahan massal. Tak tanggung-tanggung, dalam seremonialnya, para pasangan ini diarak menggunakan panser milik TNI AD.

Pantauan di Istora Senayan Jakarta, Rabu (28/1), ribuan pasangan ini telah memadati lokasi nikah massal sejak pukul 07.00 WIB. Berpakaian rapi menggunakan kebaya serta pakaian pengantin khas daerah masing-masing, mereka tampak sumringah dan antusias melaksanakan acara tersebut.

Beberapa pasangan tampak naik ke atas panser dan diarak keliling Istora Senayan. Walaupun di antara mereka tampak sudah berumur, tapi tidak menyurutkan ekspresi kegembiraan dalam acara kawin massal yang dilangsungkan hari ini.

Tampak satu persatu pasangan melambaikan tangan ke arah keluarga dan kerabat mereka yang ikut menemani mereka.

Menurut YW Junardy, ketua panitia bersama pernikahan massal 2014/2015, acara ini dianggap penting karena bertujuan untuk membantu para pasangan yang tidak memiliki identitas diri seperti KTP dan KK.

"Kebanyakan dari mereka juga terbilang berasal dari ekonomi kurang mampu, ada yang bekerja serabutan, pemulung, buruh cuci, dengan pendapatan tidak lebih dari Rp 1 juta sebulan," jelasnya.

Dalam pernikahan massal ini, mereka yang tadinya tidak memiliki identitas, akan dibantu mengurus KTP dan surat nikahnya. "Dengan memiliki surat nikah, maka anak-anak mereka akan memiliki akte kelahiran. Dengan akte kelahiran, anak-anak mereka akan tercatat sebagai warga negara dan kemudian bisa mendapatkan KTP," sambungnya.

Para peserta telah melaksanakan proses pernikahan secara bertahap yang telah dilakukan sejak September 2014 lalu. Ketua Yayasan Pondok Kasih, Hana A Vandayani yang merupakan salah satu panitia nikah massal mengatakan bahwa program ini adalah lanjutan kegiatan serupa yang sukses dilakukan pada 2011 lalu dengan 4.551 pasang pengantin.

Kegiatan nikah massal ini didukung TNI AD (Disbintal AD), Pemprov DKI Jakarta, beberapa Yayasan yang tergabung dalam Rajawali Foundation, dan beberapa pihak lainnya.

terpinggirkan
Kadispen AD Kolonel Wuryanto seperti tertulis dalam keterangan Dispen TNI AD yang diterima, Selasa (27/1) menyatakan, data pasangan yang mengikuti nikah massal ini diterima dari Babinsa di jajaran Kodam Jaya. Para warga marginal ini tidak memiliki akses untuk menerima fasilitas pendidikan, kesehatan dan bantuan sosial lainnya.

"Mereka jumlahnya cukup banyak dan sebetulnya sangat potensial, namun karena tidak memiliki administrasi kependudukkan, mereka selalu menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Ini sangat membahayakan, apabila dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang berseberangan dengan pemerintah dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik," ungkap Wuryanto.

Berusaha untuk mengurangi permasalahan sosial tersebut, Dinas Pembinaan Mental TNI AD (Disbintal AD) lantas menggandeng kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap masalah sosial di Jakarta. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru