Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Program Prorakyat Jadi Kekuatan Pemerintahan Jokowi

- Jumat, 30 Januari 2015 16:24 WIB
381 view
 Program Prorakyat Jadi Kekuatan Pemerintahan Jokowi
Jakarta (SIB)  - Program-program yang menyentuh kebutuhan rakyat akan menjadi kekuatan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi, kepercayaan publik masih tinggi karena belum terlalu jauh dari masa euforia kemenangan saat Pemilu Presiden 2014.

"Saya kira program yang sifatnya populis akan menjadi kekuatan. Dalam 100 jari ini, performance pemerintahan Jokowi-JK masih dalam suasana kampanye.

Namun, kita harus memperhatikan program-program yang populis itu tadi," kata Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Rabu (28/1).

Andreas menjelaskan pemerintah mendapatkan apresiasi tinggi menyangkut soal kepentingan publik yang dimuat dalam agenda prioritas. Program tersebut, antara lain membangun Indonesia dari daerah, toleransi masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia dalam hal kesehatan dan pendidikan.

"Keterpihakan dalam pembangunan desa akan manjadi kekuatan. Partai pendukung optimistis terpilih lagi hingga 2024," kata Andreas yang juga pengajar di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Parahyangan.

Program yang menyentuh kebutuhan rakyat meskipun belum sempurna, kata Andreas, namun sudah memberikan banyak harapan dan jawaban atas kebutuhan masyarakat.

Potensi Maritim
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Gede Pasek Suardika, mengatakan Jokowi pintar dengan mengoptimalkan potensi maritim Indonesia yang telah lama dilupakan pemimpin sebelumnya. Agenda pemerintah terkait kelautan adalah mewujudkan kedaulatan wilayah maritim dan memberantas pencurian hasil tangkapan di perairan Indonesia yang saat ini sudah berjalan.

"Jokowi pintar ketika mengambil maritim menjadi isu populis karena sudah lama ditinggalkan sejak zaman Indonesia terdahulu. Jokowi juga diuntungkan dengan turunnya harga BBM. Jokowi telah memanfaatkannya dengan baik," kata Pasek seperti dikutip Antara.

Di sisi lain, Pasek mengatakan polemik antara KPK dan Polri berpotensi menurunkan pamor Presiden, namun kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat akan kembali menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap Joko Widodo.

Pasek memuji Presiden sebagai simbol "tumbuh dari daerah" karena menginspirasi kepala daerah untuk berkarier setinggi mungkin. "Ada nuansa kebersamaan dalam semangat politik, kalau saya sukses jadi bupati, saya bisa naik jadi gubernur, kemudian menjadi RI satu. Semua pemimpin daerah bersemangat," kata politisi Partai Demokrat itu.

Dalam kesempatan yang sama, Gede Pasek berharap Presiden tidak perlu campur tangan dalam penanganan kasus dua institusi penegak hukum di Indonesia. "Memang sebagai Presiden tidak perlu masuk ke wilayah hukum. "Skak Mat" untuk Jokowi jika timnya gagal.

Posisi tepat adalah tidak masuk ke ranah hukum. Dia eksekutif, yang lain yudikatif," ujar Pasek. (KJ/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru