Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

7 Capres Konvensi Rakyat Berdebat Soal Ekonomi di Makassar

- Senin, 17 Februari 2014 12:02 WIB
481 view
7 Capres Konvensi Rakyat Berdebat Soal Ekonomi di Makassar
Makassar (SIB)- Sebanyak 7 capres peserta Konvensi Rakyat 2014 mengikuti debat publik di Makassar. Diharapkan, jika tokoh alternatif muncul, maka jumlah golput akan minim.

Ke-7 capres tersebut adalah mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, ekonom Rizal Ramli, Bupati Kutai Timur Isran Noor, tokoh perempuan Anni Iwasaki, akademisi Sofjan Siregar, aktivis senior Tony Ardie, pengusaha Ricky Sutanto. Acara digelar di ballroom Graha Pena, Makassar, Minggu (16/2/2014).

Dalam debat di kota keempat, setelah Surabaya, Medan dan Balikpapan, para capres mempresentasikan gagasan-gagasannya dalam persoalan ekonomi bangsa. Yang menjadi panelis di antaranya Prof Laode Kamaluddin, Ketua PBNU Prof Maksum Mahfud, dan Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo.

Menurut Ketua Konvensi Capres Rakyat, KH Salahuddin Wahid, konvensi rakyat merupakan ajang memperkenalkan gagasan-gagasan. Juga menampilkan orang baik untuk dipilih masyarakat. Harapannya angka golput menurun.

Setelah proses konvensi, lanjut adik Gusdur yang akrab disapa Gus Sholah ini, panitia akan melakukan survei elektabilitas. Lalu peserta konvensi akan direkomendasikan ke partai politik untuk dijadikan calon presiden.

"Kalau ada peserta konvensi yang elektabilitasnya tinggi, misalnya 4 atau 5 persen, setelah pileg kita akan tawarkan ke parpol. Karena ujungnya memang harus ke partai untuk pencalonannya. Kalau tidak ada yang dapat angka tinggi, tidak ada yang kami tawarkan ke partai," tutur Gus Sholah.

Yusril Ihza Mahendra, yang ditemui wartawan usai acara, mengatakan pemimpin bangsa berikutnya harus bisa mengubah peraturan dan perundang-undangan di bidang ekonomi yang menguntungkan banyak orang dan mengubah sistem subsidi dari migas ke produk pertanian.

"Negara harus membeli hasil pertanian dengam harga tinggi lalu menjualnya lebih murah pada rakyat kecil. Petani akan kaya dan dapat mengurangi urbanisasi," ujar Yusril.

Sedangkan menurut Rizal Ramli, selama 10 tahun terakhir ini rakyat Indonesia tak ubahnya seperti anak yatim piatu yang ditelantarkan presidennya. Kepemimpinan SBY diibaratkan seperti sinetron yang selalu ditonton rakyat Indonesia. Hanya terlihat bagus ketika ditonton, namun setelahnya akan kembali buruk seperti jalan-jalan yang rusak atau maraknya korupsi di pemerintahan. (Dtc/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru