Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Tanggul Lapindo Jebol, Ancam Pemukiman Warga Desa Gempolsari

- Senin, 23 Maret 2015 14:36 WIB
359 view
Tanggul Lapindo Jebol, Ancam Pemukiman Warga Desa Gempolsari
Sidoarjo (SIB)- Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menjadwalkan segera melakukan pembenahan tanggul penahan kolam lumpur (pond) yang mulai meluber di titik 74, tidak jauh dari titik 73B yang baru dibenahi beberapa pekan lalu.

Luberan air bercampur lumpur yang ada di 74 itu sama dengan titik 73B yang langsung masuk ke wilayah pemukiman warga Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo itu sudah menggenangi rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Tanggul penahan lumpur sepanjang 1,7 Km yang kita (BPLS) yang kita bangun mulai titik 73 Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin hingga titik 68 Desa Glagaharum, Kecamataan Porong, Sidoarjo beberapa waktu lalu membuktikan, bahwa selama semburan lumpur panas Lapindo belum berhenti, maka ancaman bencana tetap ada,” ujar Humas BPLS Dwinanto Hesty Prasetyo, Jumat (20/3) pagi.

Ia mengingatkan, bahwa untuk penanganan tanggul penahan lumpur yang mengalami over topping di titik 74 Desa Gempolsari yakni harus merujuk pada elevasi air di sekitar pond lumpur Desa Kedungbendo.

Menurut dia, BPLS sudah menyiapkan tiga unit mesin pompa air,  terbagi menjadi dua unit mesin pompa ditempatkan di sisi selatan tanggul untuk mengurangi debit air di pond Desa Kedungbendo dialirkan ke pond utama.

Dari pond utama itu baru dialirkan ke Kali Porong menggunakan kapal keruk, ujar Dwinanto. Sementara itu yang satu unit medin pompa di tempatkan di sekitar pemukiman rumah warga Desa Gempolsari.

Fungsinya, untuk mengurangi debit air di sekitar pemukiman kemudian dialirkan ke Sungai Kali Ketapang.

Dwinanto menambahkan, bahwa jika debit air berkurang di sekitar pond Desa Kedungbendo dan kondisi tanggul penahan lumpur sudah bisa dibuat akses jalan masuk kendaraan, barulah dilakukan pembenahan tanggul yang over topping.

Pembenahan tanggul over topping dilakukan setelah debit air berkurang di sekitar pond Desa Kedungbendo dan kondisi tanggul penahan lumpur sudah bisa dibuat akses jalan masuk kendaraan berat pengangkut tanah uruk dan buldozer.

TANGGUL 73A
Tanggul lumpur titik pond 73A yang pernah jebol, Kamis malam (25/12) dan mengalir ke dua desa menjelang akhir tahun 2014 yang lalu, diharapkan tidak sampai terulang kembali manakala perbaikan pada tanggul lumpur titik 74 dapat segera dilakukan BPLS.

Proses penutupan tanggul yang jebol di akhir tahun tersebut baru bisa dilakukan setelah hujan reda dan melihat kondisi tanah usai diguyur hujan, sebulan kemudian.

Langkah perbaikan tanggul yang jebol tersebut tidak mudah, karena selain kondisi lokasi yang rentan ambles, juga adanya warga yang menghalang-halangi pekerjaan BPLS.

Namun berkat turun tangannya aparat gabungan Polisi dan TNI, pengerjaan menambal tanggul yang jebol dapat dilakukan dengan relatif lancar.

Ditambahkan Dwinanto waktu itu, bahwa peninggian tanggul sudah maksimal dan yang bisa dilakukan hanya menambal saja.

Ia berharap, selain penambalan, juga bisa dilakukan menambah luasan pond baru di sekitarnya untuk menampung luberan berikutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, akibat jebolnya tanggul pond di titik 73A, air bercampur lumpur menggenangi rumah warga di dua desa, yakni Desa Desa Kalitengah dan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Karenanya, puluhan warga mengungsi ke Balai Desa Gempolsari dan anggota kepolisian ganti melakukan pengamanan rumah-rumah yang ditinggal mengungsi dari aksi penjarahan atau pencurian. (SP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru