Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Peringatan KAA Jadi Ajang Pertemuan Parlemen Asia-Afrika

* RI Biayai Beberapa Negara untuk Hadir
- Jumat, 03 April 2015 16:56 WIB
676 view
Peringatan KAA Jadi Ajang Pertemuan Parlemen Asia-Afrika
Jakarta (SIB)- Penanggung jawab umum peringatan KAA Luhut Pandjaitan menemui DPR untuk membahas hal ihwal persiapan. Selain para pimpinan DPR, hadir pula Kepala Badan Koordinasi Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya.

Pada peringatan tersebut memang akan diselenggarakan pula side event seperti pertemuan bidang ekonomi dan bisnis. Rupanya ada satu lagi sisi acara lainnya yakni pertemuan antar pimpinan parlemen.

"Setelah kami bicara tadi kami baru ingat bahwa memang kepala negara yang hadir pada KAA dahulu juga ditemani pimpinan parlemennya. Maka dari itu tadi dibicarakan pula bersama BKSAP," ujar Luhut di Ruang Pimpinan DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Sempat pula dibahas mengenai kendaraan yang akan ditumpangi para pimpinan parlemen itu. Luhut meminta agar BKSAP DPR bisa berkomunikasi dengan parlemen negara-negara Asia-Afrika untuk tak bawa jet pribadi.

Panitia sudah cukup memperhitungkan sekitar 10 kepala negara yang akan pakai jet pribadi. Tetapi bila ditambah dengan pimpinan parlemen, itu akan makin memusingkan soal tempat parkir pesawat.

Dia kemudian menegaskan bahwa dalam peringatan yang akan bertempat di Jakarta dan Bandung ini bahwa jangan sampai semua menggunakan pesawat pribadi untuk transportasi ke dua kota tersebut. Mereka diminta untuk naik pesawat resmi yang sudah disediakan.

"Kerja sama antara pemerintah dengan parlemen dalam selenggarakan peringatan KAA ini sangat bagus. Mudah-mudahan akan berlanjut ke depannya," imbuh Luhut.

Hadir pula dalam pertemuan siang ini Mensesneg Pratikno, Menkominfo Rudiantara, Deputi II Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, serta perwakilan Kemenlu. Sementara pimpinan DPR yang hadir adalah Setya Novanto, Fadli Zon, Agus Hermanto, dan Fahri Hamzah.

Indonesia Akan Biayai Beberapa Negara
Indonesia akan menghelat peringatan konferensi terbesar dalam sejarah kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika. Tentunya acara ini akan membutuhkan biaya besar.

"Tentang pendanaan ada yang berkait dengan substansi yang dikelola Kemenlu dan dikelola APBN. Di Kemensesneg terkait teknis mulai transport, akomodasi, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa tidak semua negara tanggung biaya sendiri," ujar Mensesneg Pratikno.

Dirinya tak ingat angka pasti dari anggaran itu. Setidaknya ada lebih dari Rp 200 miliar yang dianggarkan dari APBN.

"Negara-negara dengan ekonomi tidak kuat akan dibantu oleh tuan rumah," imbuh Pratikno.

Sementara anggaran yang cukup besar diambil dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) karena berkaitan dengan program. Kemenpar juga gelontorkan dana untuk Pemkot Bandung yang menjadi lokasi puncak acara peringatan KAA.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kemudian menambahkan bahwa poin penting bukanlah pada penggunaan anggaran. Dia meminta fokus perhatian lebih ditekankan pada pentingnya posisi Indonesia di mata bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

"Tak semua negara mau dibiayai. Tolong concern-nya pada pentingnya posisi Indonesia. Bahwa penyelenggaraan harus keluarkan dana kan anak lahir juga pakai dana. Nah ini, berkat KAA, negara-negara banyak yang lahir. Saya mau tekankan itu supaya pemerintah enggak kalang kabut nanti diserang soal biaya," tutur Fahri.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan memandang acara ini momentum besar bagi Indonesia unjuk gigi di mata dunia. Dia berharap setelah ini semakin tinggi kerja sama internasional yang terjalin.

"Saya mau tambahkan Pak Fahri karena memang belakangan setelah KTT AA dulu ada lebih dari 30 negara baru merdeka setelah peristiwa itu. Saat ini kita tunjukkan leadership kita. Tujuan utama tentunya untuk kerjasama negara-negara Selatan," papar Luhut.

Rencananya akan ada 20 kepala negara yang hadir dalam acara ini. Selain itu ada pula 15 kepala negara yang kemungkinan juga akan hadir. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru