Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Jokowi: Kebutuhan Listrik RI Besar, Tak Bisa Dikerjakan PLN Sendiri

- Rabu, 08 April 2015 18:57 WIB
317 view
Jokowi: Kebutuhan Listrik RI Besar, Tak Bisa Dikerjakan PLN Sendiri
SIB/ ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
PRESIDEN BERI ARAHAN MANAJEMEN PLN: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Kemaritiman Indroyono (kanan) serta Direktur Utama PLN Sofyan Basyir (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan arahan kepada jajaran manajemen Perusahaan Listri
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa mengunjungi kantor pusat PT PLN (Persero). Di sana, Jokowi berpesan agar target pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan jangan hanya mengandalkan PLN semata.

"Kebutuhan listrik kita besar. Kalau dikerjakan sendiri oleh PLN, berpuluh tahun nggak akan tercapai," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, membangun pembangkit listrik 35.000 MW butuh dana sampai Rp 1.200 triliun. Oleh karena itu, tidak mungkin membebankan seluruhnya kepada PLN.

Investor swasta, lanjut Jokowi, perlu diberi peluang untuk ikut membangun pembangkit listrik. Pemerintah tetap berperan dengan cara menciptakan iklim bisnis yang kondusif.

"Masalah perizinan dan masalah pembahasan lahan itu yang harus dibantu pemerintah. Contohnya di Batang. Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla), saya menteri, Dirut PLN (Sofyan Basir) turun sendiri karena itu memang diperlukan. Memecahkan masalah kalau tidak tahu lapangannya gimana?" tanya Jokowi.

Jokowi punya cita-cita agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik. "Yang penting tidak ada defisit listrik di wilayah dan provinsi. Syukur-syukur dengan harga kompetitif, bisa murah," ujarnya.(dtf/i) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru