Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Menkum HAM: Alam Rotasi Pejabat Lapas Terkait Kasus Freddy Budiman

- Sabtu, 18 April 2015 10:04 WIB
343 view
 Menkum HAM: Alam Rotasi Pejabat Lapas Terkait Kasus Freddy Budiman
Jakarta (SIB)- Gembong narkoba yang sudah divonis mati, Freddy Budiman, kembali berulah dengan kawanannya. Untuk itu, Menkum HAM Yasonna Laoly berencana merotasi pejabat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Siapa saja yang terlibat akan kita lihat. Nanti kita lakukan itu (rotasi jabatan di Lapas)," ujar Yasonna di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (17/4).

Saat ini Kemenkum HAM tengah melakukan kajian mengenai hal tersebut. Yasonna juga akan berdiskusi dengan Kepala BNN untuk mencegah hal serupa kembali terjadi. "Pokoknya sipirnya itu di samping melanggar aturan kepegawaian harus dipecat kemudian dipidana," kata Yasonna.

Terlebih lagi saat ini Republik Indonesia sedang gencar mengibarkan bendera perang terhadap narkoba. Jika ternyata ada pejabat di lingkungan Lapas, hal itu merupakan sebuah ironi.

"Sejak awal saya katakan jangan main-main soal itu dan tampaknya tak mungkin (narkoba) masuk kalau tak ada internal yang main. Itu menyedihkan sekali," kata Yasonna.

Sebelumnya aksi komplotan Freddy kembali terungkap dari pengintaian penyidik Ditipid Narkoba Bareskrim Polri sejak tanggal 7 April 2015. Sebanyak 50 ribu pil ekstaksi dari Belanda, 800 gram sabu dari Pakistan, dan 122 lembar narkotika jenis baru CC4 dari Belgia disita polisi dari kelompok Freddy.

Sebelas kaki tangan Freddy kemudian ditahan, yakni Yanto, Aries, Latif, Gimo, Asun, Henny, Riski, Hadi, Kimung, Andre dan Asiong. Seorang WN Belanda bernama Laosan alias Boncel menjadi DPO penyidik Polri. Namun ternyata 3 di antara komplotan Freddy adalah saudara kandungnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru