Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026
Pelestarian Budaya Betawi

Daripada Beli UPS, Ahok Ingin Beli 289 Hektar Lahan Setu Babakan

- Senin, 20 April 2015 13:52 WIB
366 view
 Daripada Beli UPS, Ahok Ingin Beli 289 Hektar Lahan Setu Babakan
Jakarta (SIB)- Setu Babakan di Jagakarsa adalah pusat perkampungan Betawi yang coba dijaga kelestariannya oleh Pemprov DKI Jakarta. Tapi dari 289 hektar luas lahan, pemerintah baru mengelola sebagian kecil saja. Karena itu, Gubernur Ahok ingin menguasai semua lahannya untuk mengefektifkan pelestarian budaya Betawi.

"Ada sanggar budaya tapi tidak ada tempat nggak akan jalan juga, karena yang mahal kan tanah di Jakarta. Orang kan butuh tempat-tempat latihan. Nah, ini sudah dipetakan ada 289 hektar tapi baru bisa kita kuasai ada 30 hektar sama danau paling 60-an hektar," ujar Ahok usai membuka Pagelaran Seni Budaya Betawi Yayasan Benyamin Sueb bertempat di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/4).

"Jadi kalau perlu dihabiskan saja Rp 1-2 triliun untuk beli tanah, jadi bisa betul-betul terkumpul budaya Betawi seluas 289 hektar tadi. Bisa dibayangin itu hampir kalau kita bisa kuasai itu bisa 4 kali Monas itu, jadi masyarakat bisa betul-betul tahu dan kegiatan budaya Betawi bisa hidup," ungkap Ahok kepada wartawan.

Ahok punya imajinasi, para turis bisa tinggal di kampung Betawi dan merasakan seperti kehidupan Betawi tempo dulu. Seperti melihat warga Betawi pergi mengaji ke masjid tiap pagi dan sore atau belajar pencak silat.

"Tapi kalau tanahnya nggak cukup ya percuma. Tau nggak tempat saya tadi duduk itu masih sewa. Gila banget kan itu masih sewa. Ya ngapain sewa, orang kita duitnya banyak. Daripada beli UPS ya mending kita beli tanah," ungkapnya.

Ahok berpendapat, pemerintah Jakarta jangan terlalu fokus dengan pembangunan gedung-gedung tapi kita fokus ke pembebasan lahan. "Tadi juga saya sudah BBM ke Dinas Pariwisata, sama wali kotanya, kita harus beli (Setu Babakan). Kita harus dorong tempat ini jadi pusat budaya Betawi jadi kalau kita mau tahu budaya Betawi tempo dulu seperti apa, pohon-pohonnya juga seperti apa, ya di sini. Selain bisa menjadi tempat wisata bisa juga menambah ruang terbuka hijau serta tempat resapan air di wilayah Jakarta Selatan," beber Ahok.

Ahok Marah

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pembangunan Balai Betawi di Setu Babakan yang diharapkan selesai tahun ini. Namun dia jadi emosi karena bangunan itu sudah banyak yang rusak.

"Ini kan gila, bangunan sudah lama (pengerjaannya) tapi begini hasilnya. Lihat saja kabel masih berantakan, nanti kalau orang kesetrum bagaimana. Ini juga kayu sudah rusak. Apalagi ini kolam nggak ada airnya," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama saat blusukan ke Balai Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa,Jakarta Selatan, Minggu (19/4). Balai itu mulai dibangun 2012 dan diharapkan menjadi pusat pariwisata sekaligus pusat seni budaya Betawi. Di tengah balai terdapat panggung raksasa yang dimaksudkan untuk pementasan.

Ahok layak kecewa karena pembangunan Balai Betawi telah menghabiskan seratus miliar rupiah lebih, tapi hasilnya tak sesuai harapan.

Ahok juga melihat beberapa titik bangunan yang tidak tuntas pengerjaannya dan tampak teledor. Bahkan ia berencana menggugat kontraktornya karena merasa tertipu.

"Mana ada bangunan rumah tapi lampunya belakangan. Jangan mengatasnamakan orang Betawi untuk korupsi, nggak boleh itu, Pak," ucap Ahok kepada Kabid Sarana Prasarana Dinas Pariwisata Marianto sembari menunjuk titik bangunan yang rusak.

Dia meminta Dinas Pariwisata untuk segera mengirimkan rincian biaya pembangunan serta perawatan Balai Betawi.

Pada kesempatan yang sama, Beno Rahmat Benyamin putra bungsu Benyamin Suaeb dan juga ketua yayasan Benyamin Suaeb mengatakan wajar bila Ahok marah setelah melihat pembangunan Balai Betawi yang seperti itu.

"Nggak salah, kalau Ahok marah seperti itu melihat Balai Betawi masih seperti ini siapa yang tidak kecewa atas nama kebenaran kok ini," ucapnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru