Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Bikin Panel Surya di Pulau Terpencil, Mahasiswa UGM Raih Award Internasional

- Selasa, 21 April 2015 23:23 WIB
389 view
Bikin Panel Surya di Pulau Terpencil, Mahasiswa UGM Raih Award Internasional
Yogyakarta (SIB)- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Agam Budi Satria, meraih penghargaan internasional dalam US Federation UNESCO Clubs (USFUCA) Worldwide Multimedia Competition 2015. Dia meraih juara kedua karena berhasil mengangkat program Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Agam membuat dokumentasi video mengenai masyarakat di salah satu pulau terpencil di Kabupaten Raja Ampat, yakni Pulau Manyaifun. Di tempat itu, Agam bersama 29 mahasiswa UGM lainnya mengikuti program KKN PPM selama 2 bulan, pada bulan Juli-Agustus 2014 tinggal di Pulau Manyaifun.

Pada kompetisi itu, Agam membuat video berdurasi 3 menit mengenai program pemasangan panel surya atau penerangan dengan memanfaatkan tenaga matahari di Pulau Manyaifun. Sebab di pulau tersebut tidak ada aliran listrik. Bila warga menggunakan genset biaya akan mahal sekali.

Menurutnya dalam kompetisi itu peserta ditantang dalam hal sumber energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di Pulau Manyaifun. Energi terbarukan itu bisa dimanfaatkan masyarakat yang tinggal di pulau untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan, perikanan/nelayan, kesehatan dan lain-lain.

"Panel surya di sana cukup penting karena pasokan listrik sangat terbatas. Kebetulan tema kompetisi ini adalah Year of Light. Ide bisa dalam bentuk essay, video pendek 3 menit, presentasi dengan power point atau karya seni lainnya. Saya membuat dalam bentuk video," kata Agam di Kampus UGM, Senin (20/4).

Menurutnya kompetisi tersebut diikuti ratusan pemuda dari 78 negara. Kompetisi dibagi dalam 3 kategori, yaitu umur 11-15 tahun, 16-20 tahun dan 20-24 tahun. Mereka ditantang untuk berinovasi dalam memanfaatkan teknologi sustainable berbasis cahaya yang dapat digunakan bagi pendidikan, pertanian, kesehatan maupun energi.

Kompetisi ini dibuka 17 November 2014 hingga 25 Januari 2015. Pada tahap penjurian dilakukan penilaian berdasarkan relevansi, kreativitas, orisinalitas, pengembangan, audiensi, serta kohesi. Setelah itu, pada 30 Maret 2015 UNESCO mengumumkan Top Nine Winners. "Saya memperoleh juara kedua. Juara pertama diraih mahasiswa dari universitas di Iran. Sedangkan yang ketiga diraih dari Indonesia," papar Agam. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru