Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Pidato Penutupan, Ketua DPR Sampaikan Maaf Soal Perkelahian Anggota Dewan

- Sabtu, 25 April 2015 15:57 WIB
318 view
Pidato Penutupan, Ketua DPR Sampaikan Maaf Soal Perkelahian Anggota Dewan
Jakarta (SIB)- DPR malam kemaren menggelar paripurna penutupan masa sidang ketiga tahun 2014-2015. Dalam pidatonya, Ketua DPR Setya Novanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas perkelahian yang terjadi antara sesama anggota Komisi VII DPR saat rapat kerja beberapa waktu lalu.

Dia mengingatkan agar semua anggota dewan ikut menjaga harkat dan martabat lembaga DPR.

"Kami menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa kekerasan fisik yang terjadi pada saat berlangsungnya rapat kerja DPR," kata Novanto di ruang sidang paripurna, Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4).

Menurutnya menjaga sikap meski beda pendapat diperlukan tanpa melakukan kekerasan dengan cata memukul.

"Kami imbau kepada seluruh anggota DPR menjaga etika dan perilaku dalam berdemokrasi tanpa kekerasan," tuturnya.

Selain itu, Novanto juga menyinggung keprihatinannya terhadap eksekusi mati Pemerintah Arab Saudi terhadap dua tenaga kerja Indonesia (TKI), Siti Zaenab dan Karni. Ia berharap pemerintah ke depan bisa lebih memperhatikan perlindungan terhadap TKI di luar negeri.

"Ke depan diharapkan pemerintah lebih meningkatkan perhatian dalam memberi perlindungan dan bantuan hukum bagi TKI di luar negeri," tuturnya.
Tak ketinggalan, ia juga menyebut Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang berencana melakukan perubahan format presensi anggota dewan baik dalam paripurna ataupun rapat alat kelengkapan dewan.

Format perubahan ini agar publik bisa mengetahui alasan ketidakhadiran anggota dewan.

"DPR akan terus menyerukan agar anggota selalu mematuhi kode etik dan kedisplinan selama menjalankan tugasnya. Menyerukan kepatuhan terhadap kode etik serta kedisplinan anggota," katanya.

Kemudian, ia mengingatkan kepada seluruh anggota dewan agar memaksimalkan masa reses. Para anggota diharapkan bisa menyerap aspirasi masyarakat dan kebutuhan daerah untuk dirasionalisasikan.

"Juga diformulasikan sebagai usulan program pembangunan daerah pemilihannya masing-masing," sebutnya.

Seperti diketahui, kemaren merupakan hari akhir masa sidang ketiga tahun 2014-2015. Anggota dewan akan menjalani reses masa sidang ketiga hingga tanggal 17 Mei 2015. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru