Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026
Kasus Korupsi UPS

Polisi Geledah Kantor Lulung dan Beri Police Line Ruang Komisi E DPRD DKI

- Selasa, 28 April 2015 12:52 WIB
226 view
Polisi Geledah Kantor Lulung dan Beri Police Line Ruang Komisi E DPRD DKI
Jakarta (SIB)- Anggota Bareskrim Mabes Polri menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di Lantai 9 Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penyidik korupsi pengadaan UPS itu juga menggeledah ruangan Komisi E DPRD.

Para penyidik membolak-balik dokumen di ruangan Lulung. Pada lantai 9 terdapat 5 ruangan yang merupakan kantor Wakil Ketua DPRD DKI. Di ruangan ini terlihat ada beberapa staf, namun tak terlihat Lulung di ruangan tersebut, Senin (27/4) pukul 16.30 WIB.

Selain ruangan Lulung, penyidik juga memeriksa ruangan Komisi E DPRD dan memasang police line. Salah satu ruangan yang jadi fokus penyidik adalah ruangan file Komisi E DPRD, komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat. Terlihat ada penyidik yang memilah dokumen kemudian memasukkannya ke dalam karung plastik untuk diamankan.

Sedianya dua anggota DPRD yaitu Lulung dan Fahmi Zulfikar diperiksa Bareskrim dalam kasus pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hari ini. Mereka diperiksa sebagai saksi saat duduk di Komisi E DPRD. Namun keduanya tidak datang dengan alasan sedang berada di luar negeri.

Kasus dugaan korupsi pengadaan UPS di Jakarta terjadi pada tahun anggaran 2014. Selain Alex Usman, ada Zaenal Sulaiman yang ditetapkan tersangka oleh Bareskrim. Dia berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jakarta Pusat. Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lulung Tak Tahu Ruangannya Digeledah Polisi

Saat ini tim penyidik Dir Tipikor Bareskrim Mabes Polri sedang menggeledah ruang kantor Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana Gedung DPRD DKI. Pria yang akrab disapa Lulung ini tak ada di ruangan karena sedang menghadiri acara PPP di Manado, Sulawesi Selatan.

"Saya lagi di Manado di acara DPW PPP. Enggak tahu saya (kantor saya nggak digeledah), biarin saja, di ruangan saya enggak ada apa-apa kok," ujar Lulung.
Menurut Lulung seharusnya ia diberi tahu oleh pihak Bareskrim jika memang diperiksa. Dia berani menjamin tidak terlibat kasus UPS sehingga penyidik tidak akan menemukan apapun di ruangannya.

"Harusnya saya dikasih tahu dulu dong. Yakinlah enggak ada apa-apa di ruangan saya. Saya jamin. Asal jangan nama saya dikriminalisasi," ucap Lulung.

"Sebab saya yakini saya nggak pernah main apapun di dewan apalagi komunikasi dengan kepala dinas," sambungnya. (detikcom/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru