Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Mengaku Sekjen dan Prajurit TNI, Pria Ini Maksa Masuk ke Rumah Megawati

- Selasa, 21 Juli 2015 11:50 WIB
270 view
Mengaku Sekjen dan Prajurit TNI, Pria Ini Maksa Masuk ke Rumah Megawati
Jakarta (SIB)- Seorang pria berupaya masuk ke rumah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Namun dia dicegah oleh sejumlah petugas keamanan di depan rumah bercat putih tersebut.

"Saya mau masuk. Kenapa dilarang? Saya tiap tahun juga datang kok," ujar salah seorang pria yang memakai baju koko berwarna putih di depan kediaman Megawati di Jl Teuku Umar no 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

"Saya ini sekjen! Saya ini di TNI dulu. Pak Hendropurnomo itu atasan saya!" tegasnya lagi sambil memaksa menerobos pagar.

Namun lagi-lagi dicegah dan ditolak masuk oleh petugas keamanan lantaran diduga dia membawa seorang fotografer. Dia dan kedua anaknya terpaksa menunggu di luar sambil beberapa kali berusaha meyakinkan petugas.

Laki-laki itu bahkan sempat didorong oleh petugas ketika beberapa kali memaksa diri masuk.

"Saya ini mau masuk! Kenapa larang saya?! Kenapa kalian harus mendorong saya?" marahnya.

Seorang petugas pun setelah cukup lama berdiam, akhirnya memberi penjelasan. Dia menilai pria tua tersebut tidak mendapat izin masuk dari protokol di dalam rumah.

"Maaf Pak. Bapak dari orang dalam tidak diizinkan lagi masuk karena bawa fotografer. Mengganggu privasi orang," ujar petugas yang mengenakan kemeja batik di depan rumah.

"Fotografer dari mana? Saya ini cuma sama keluarga di sini. Kenapa tidak diperbolehkan?!" teriaknya lagi.

Pemandangan seperti ini sontak saja mengundang perhatian dari warga sekitar dan sejumlah tamu yang hendak keluar masuk rumah Megawati. Setelah 15 menit berusaha masuk, pria itu pun akhirnya meninggalkan lokasi.

"Nama kamu siapa? Saya laporin nanti!" ancam dia sebelum meninggalkan lokasi.

Rupanya menurut salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya, pria tersebut sebelumnya sudah sempat masuk ke dalam area rumah Megawati. Namun dia dan salah seorang temannya yang dianggap sebagai fotografer sempat mengambil sejumlah gambar.

Oleh karena itu dia pun diminta petugas untuk keluar dan tidak diperbolehkan masuk kembali. "Ini kan menyangkut privasi orang," jelas petugas kepada wartawan yang berada di sekitar pagar rumah. (dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru