Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

RI Tuan Rumah KTT Keamanan Asia-Pasifik

- Sabtu, 25 Juli 2015 16:13 WIB
424 view
RI Tuan Rumah KTT Keamanan Asia-Pasifik
Jakarta (SIB)- Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Regional Asia-Pasifik tentang Penjaga Perdamaian (Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping). Perhelatan akbar tersebut rencananya bakal dilaksanakan di Jakarta pada 27-28 Juli 2015.

"Sebagai bagian dari komitmen untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, Pemerintah Indonesia siap menjadi tuan rumah Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping," kata Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata (KIPS) di Kementerian Luar Negeri, Andi Rahmiyanto, di Jakarta, Kamis, (23/7).

"Pertemuan Asia-Pasifik tentang Penjaga Perdamaian ini merupakan bagian dari salah satu upaya politik luar negeri Indonesia untuk berperan aktif dalam perwujudan perdamaian di tingkat global," imbuh Andi.

Menurut Andi, penyelenggaraan pertemuan itu dilatarbelakangi oleh situasi global, di mana ada peningkatan permintaan penyediaan personel pasukan untuk misi perdamaian PBB. Oleh karena itu tema yang akan diangkat dalam pertemuan internasional kali ini adalah "Complex Peacekeeping Strategies: Enhancing Capabilities and Responses of the UN Peacekeeping Operations".

Selama dua dekade terakhir, misi-misi perdamaian PBB telah mengalami tantangan multidimensional. Hal itu buktikan, dimana pada Sidang Umum PBB, Amerika Serikat (AS) menyerukan pada seluruh negara di dunia untuk menyumbang pasukan pada setiap misi-misi perdamaian PBB.

Melalui pelaksanaan "Asia- Pacific Regional Meeting on Peacekeeping", Pemerintah Indonesia pun berharap negaranegara di kawasan Asia-Pasifik dapat ikut meningkatkan kontribusinya dalam mengirimkan personel pasukan untuk misi perdamaian PBB.

Komitmen Indonesia
Pertemuan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, dan dihadiri oleh delegasi dari 40 negara di kawasan Asia-Pasifik. Saat ini, sudah ada 80 peserta yang mengkonfirmasi akan hadir dalam pertemuan ini. Andi berharap jumlah peserta akan mencapai 100 orang.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang telah menyampaikan kesediaan untuk menjadi tuan rumah pertemuan serupa untuk kawasan masing-masing adalah Belanda, Uruguay, dan Ethiopia. Pertemuan untuk kawasan Eropa telah diselenggarakan di Belanda pada Februari 2015 lalu. Sedangkan untuk pertemuan di kawasan Amerika Latin dan Karibia dilaksanakan di Uruguay pada Mei 2015 lalu.

Rangkaian pertemuan regional itu selanjutnya akan diikuti oleh Pertemuan Puncak Penjaga Perdamaian (Peacekeeping Summit) yang akan diselenggarakan di New York, AS, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-70 pada 28 September 2015. Pertemuan itu, akan dipimpin langsung oleh Presiden AS, Barack Obama.
Indonesia sendiri telah berperan aktif dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB sejak 1957. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai penyumbang terbesar ke-11 personel perdamaian untuk PBB, dimana hingga Juni 2015 sebanyak 2.735 personel sudah dikirimkan untuk bertugas di 10 misi perdamaian PBB di berbagai kawasan dunia.

Peran serta dan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB tersebut diharapkan dapat menjadi modalitas penting untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (KJ/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru