Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Sultan Minta Masyarakat Jaga Toleransi Umat Beragama

- Sabtu, 25 Juli 2015 17:21 WIB
229 view
Sultan Minta Masyarakat Jaga Toleransi Umat Beragama
Yogyakarta (SIB)- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X berharap masyarakat Yogyakarta selalu menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena keberagaman merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda DIY Sulistyo dalam acara silaturahim bersama tokoh lintas agama di Markas Polda DIY, Jumat (24/3).    

Dalam acara yang diselenggarakan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) itu Sultan mengatakan, Yogyakarta sebagai "city of tolerance" selayaknya terus menenerus menjadi kota percontohan dalam pengkajian toleransi umat beragama.

Ia mengatakan, sifat inklusif (terbuka) sesuai yang tersirat dalam budaya Jawa merupakan modal utama yang dimiliki masyarakat Yogyakarta untuk memperkuat demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

"Sehingga penting untuk membangun Yogyakarta sebagai aktor utama membentuk toleransi dengan dipayungi filosofi "hamemayu hayuning bawana"," kata dia.
Hingga saat ini, menurut Sultan, penting untuk menanamkan nilai-nilai multikultural sejak awal, terlebih bagi generasi muda agar nilai keberagaman dapat didalami secara bijaksana.

Kepala Polda DIY, Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan sebagai bangsa yang besar dan majemuk sikap radikal dan intoleransi dalam kehidupan beragama harus dihilangkan karena masyarakat Indonesia telah terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara sering terjadi permasalahan yang kadang tidak jarang menimbulkan benturan," kata dia.

Berbagai aktivitas masyarakat, menurut dia, akan menghasilkan residu permasalahan yang bila tidak diantisipasi berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Menurut dia, hingga saat ini isu SARA merupakan isu yang paling seksi dilontarkan oleh sekelompok orang guna memecah belah masyarakat.

"Sehingga jangan sampai isu SARA pada akhirnya dimanfaatkan orang-orang yang ingin membuat perpecahan," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenang DIY, Nizar Ali mengatakan masyarakat beragama seharusnya menyadari bahwa toleransi merupakan  bagian utama dalam ajaran agama.

"Sementara toleransi tidak bisa berdiri sendiri karena terkait erat dengan hal lain yaitu pluralitas," kata dia.     

Sehingga dalam kehidupan sosial dapat diimplementasikan dengan berbuat baik dalam bertetangga baik yang seiman maupun bukan.

Acara yang digelar dalam rangka menanggulangi berkembangnya sikap intoleransi di wilayah itu dihadiri oleh para pejabat Polda DIY, para kepala SKPD DIY, perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, perwakilan tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Ant/d)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru