Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026
Pesan Jokowi Kepada Calon Perwira TNI-Polri

Jaga Kekayaan Indonesia, Tradisi yang Tidak Tepat Harus Ditinggalkan

- Jumat, 31 Juli 2015 11:18 WIB
575 view
Jaga Kekayaan Indonesia, Tradisi yang Tidak Tepat Harus Ditinggalkan
SIB/Ant/R. Rekotomo
ADHI MAKAYASA AAL: Presiden Joko Widodo menyematkan pangkat perwira kepada lulusan terbaik AAL penerima Adhi Makayasa Letda Adyksa Yudistira pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri 2015 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang,
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo memberikan pembekalan kepada 793 calon perwira TNI dan Polri di Semarang, Jawa Tengah. Jokowi berpesan agar mereka bisa solid dan kompak dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.

"Saya tidak ingin lagi mendengar adanya bentrokan antar angkatan atau pun antara TNI-Polri. Bangun soliditas TNI-Polri. Adik-adik calon perwira harus menjadi contoh perekat bangsa. Jangan justru malah melanggengkan praktik-praktik yang tidak baik dalam organisasi. Tradisi yang tidak tepat harus sudah ditinggalkan," ujar Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di Gedung Cendekia, Akpol, Semarang, seperti dikutip dari rilis Tim Komunikasi Presiden, Kamis (30/7).

"Kita harus menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung dalam bumi pertiwi dari tindakan illegang mining. Jaga hutan kita dari illegal logging," lanjutnya.

Hadir dalam pembekalan tersebut Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi.

Jokowi menuturkan, Indonesia akan kuat jika TNI-Polri bisa bersatu dan tak saling bergesekan. Menjauhi rasa saling curiga mencurigai dan menghindari penerapan jiwa korsa (esprit de corps) yang sempit.

Presiden juga menggarisbawahi tantangan kita sebagai masyarakat majemuk, di mana perbedaan seringkali dijadikan alasan untuk memunculkan konflik horizontal atau tidakan kekerasan dengan mengatas namakan agama, ras ataupun golongan.

Persoalan lain adalah bahaya narkoba yang mengancam generasi muda kita. Belum lagi tantangan kemiskinan, keterbelakangan dan ketimpangan. Masih banyak warga yang belum menikmati listrik. Di kawasan perbatasan, pulau-pulau terluar, rakyat juga belum mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang memadai.

"Bekerjalah dengan rakyat. Karena rakyatlah sesungguhnya kekuatan kita. Ingat, dulu kita bisa memenangkan perang gerilya dengan penjajah karena bantuan rakyat. Rakyat bukan musuh kita," tutur Jokowi.(Dtkcom/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru