Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Evan Christopher Situmorang Sakit dan Meninggal Usai Ikut MOS

- Senin, 03 Agustus 2015 12:30 WIB
788 view
 Evan Christopher Situmorang Sakit dan Meninggal Usai Ikut MOS
Jakarta (SIB)- Seorang pelajar tingkat SMP di Bekasi Utara, Jawa Barat meninggal setelah ikut MOS di sekolah. Pelajar itu bernama Evan Cristopher Situmorang (12).

"Sebelum meninggal disuruh scott jump sama kakak kelas atau panitia," ujar ayah Evan, Jose Feliano Situmorang saat ditemui di kediamannya di Gang 7 Sektor V, Perumahan Pondok Ungu, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (2/8).

Evan lahir di Jakarta pada Desember 2002 dan merupakan anak pertama dari Jose. Evan menemui ajalnya setelah mengikuti masa orientasi siswa di SMP di kawasan Pondok Ungu, Bekasi.

"MOS-nya dimulai dari tanggal 6 Juli hingga 9 Juli," terangnya.

Tidak hanya scott jump, Evan juga disuruh berjalan kaki dari di Pondok Ungu Blok A ke Perumahan Puri. Dari sana, Evan lalu berjalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan kembali ke sekolahnya.

"Setelah mengikuti MOS, kesehatannya mulai menurun. Anak saya mulai mengeluh sakit di bagian kakinya," kata Jose.

Bahkan ketika malam hari, Evan harus berteriak karena tidak kuasa menahan sakit yang dideritanya di bagian kaki. Jose sempat membawa anaknya itu ke Puskemas namun sakitnya tak kunjung berhenti.

"Dikasih obat tapi enggak sembuh. Lalu saya bawa ke tukang refleksi tetapi juga tidak ada perkembangan," jelasnya.

Akhirnya, pada tanggal 30 Juli 2015, Evan menghembuskan nafas terakhir. Evan meninggal di samping ibunya. Meski demikian, belum diketahui pasti penyebab kematian Evan.

Jose mengingat anaknya saat pertama kali mendapatkan tugas dari panita MOS yaitu baju berwarna kuning dengan gantungan minion (tokoh kartun) yang dikalungkan di leher.

"Tiap hari warna bajunya ganti. Belum lagi makanannya. Perkiraan habiskan Rp 70 ribu per hari hanya untuk ikuti MOS," terangnya.

Tidak hanya itu, Evan juga mendapatkan serangkaian tugas yang tidak berhubungan dengan pendidikannya saat mengikuti MOS.

"Kadangkalah kita enggak ngerti, misalnya ada tugas membawa belatung di warnai yang ternyata isinya nasi goreng, atau membawa Udang yang diwarnai yang artinya bihun goreng," ucapnya.

"Kata anak saya kalau ada tugas yang tidak diselesaikan akan mendapatkan hukuman," sambungnya.

Hingga saat ini, pihak sekolah belum berkomentar terkait kegiatan MOS yang dinilai sebagai salah satu pemicu meninggalnya Evan. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru