Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Pengamat: Rekomendasi Surat Palsu Kandidat Sering Terjadi

- Kamis, 06 Agustus 2015 16:41 WIB
258 view
Pengamat: Rekomendasi Surat Palsu Kandidat Sering Terjadi
JAKARTA (SIB) - Surat rekomendasi palsu yang diberikan sejumlah partai politik kepada bakal pasangan calon kepala daerah seringkali terjadi.

Pengamat politik Universitas Pasundan Bandung, Nunung Sanusi menilai kasus rekomendasi palsu kandidat itu sering muncul di setiap momen pilkada. 

Fenomena ini sangat membahayakan demokrasi.

"Rekomendasi palsu itu merupakan preseden buruk dan akan berdampak sangat negatif pada citra parpol dan demokrasi," ujar Nunung, Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Nunung, seharusnya parpol harus sudah siap menghadapi sistem Pilkada serentak, karena sudah diatur UU. Mekanisme penetapan kandidat pun harus sudah matang sejak jauh hari.

Di Mamuju Utara, misalnya, Panita Pengawas Pemilihan menyatakan KPU Kabupaten Mamuju Utara diduga kuat telah melakukan pelanggaran administrasi karena tidak cermat dan tidak memperhatikan Formulir Model B-1 KWK Parpol saat menerima berkas dari pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Abdullah Rasyid dan Marigun Rasyid.

Menurut Ketua Panitia pengawas Pemilihan Mamuju Utara Nasrul Natsir, dalam Formulir Model B-1 KWK Parpol dari DPP Partai Golkar yang diajukan pasangan bakal calon Abdullah Rasyid dan Marigun Rasyid diduga kuat ada indikasi ketidaksesuaian redaksi.

Dalam formulir B-1 KWK dari DPP Partai Golkar versi Agung Laksono itu tertulis Kabupaten Labuhan Batu Selatan, yang seharusnya Mamuju Utara. (PK/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru