Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026
Untuk Kado HUT RI

Menteri Susi akan Meledakkan 70 Kapal Illegal Fishing

*Bersama Dankormar Teken Komitmen Penyelamatan Terumbu Karang
- Jumat, 07 Agustus 2015 13:11 WIB
203 view
Menteri Susi akan Meledakkan 70 Kapal Illegal Fishing
Jakarta (SIB)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan meledakkan 70 kapal asing yang terlibat pencurian ikan secara ilegal. Peledakan 70 kapal itu juga sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70.

"Karena HUT RI ke-70, jadi 70 kapal. KKP sudah tangkap 36, jadi TNI AL sama Marinir harus cari 34. Kita persembahkan 70 kapal untuk HUT RI," ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Hal itu dikatakan Susi saat menjadi pembicara dalam seminar penyelamatan terumbu karang kerjasama KKP dan Marinir, di Mako Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/8). Susi menyoroti konservasi terumbu karang untuk meningkatkan jumlah produksi ikan.

"Terumbu karang itu rumah ikan, harus dijaga agar jadi tidak habis ikannya," jelasnya.

Susi mengatakan seharusnya di setiap wilayah penangkapan nelayan, seperempatnya itu digunakan untuk konservasi terumbu karang. Susi mencontohkan di Australia, 70 persen terumbu karang itu untuk konservasi.

"Seperti Australia 70 persen konservasi, kita tidak usah takut kita konservasi jadi kurang penghasilan, tapi malah banyak. Logikanya makin banyak yang di konservasi ikan betina, makin banyak (produksi ikannya). Di Australia konservasi dari tourism saja sudah dapat Rp5 miliar per tahun," ungkapnya.

Menteri Susi dan Dankormar Teken Komitmen

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Korps Marinir melakukan kerjasama untuk menanam Terumbu Karang sebagai program konservasi. Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana menandatangani komitmen bersama.

"20 Tahun terakhir prestasi dari kelautan dan perikanan kita tidak mencerminkan realita panjang lautnya nomor 2 di dunia. Itu suatu kontroversi dan kontradiksi yang tidak logis. Ada yang salah dengan pengelolaan kita, yang tidak kita lihat," ungkap Susi.

"Illegal fisihing harus dihentikan, terumbu karang harus dijaga, alat-alat yang merusak gulma harus dihentikan. konservasi akan menjadi hal yang luar biasa, kalau kita jaga untuk tidak mengambilnya," sambungnya.

KKP, menurut Susi, memerlukan bantuan Marinir dalam hal ini. Selain itu juga peran Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Pemda dan masyarakat.

"Korps marinir kan jago nyelam, kalau KKP mana mungkin, baru sebentar nyelam sudah naik lagi. Marinir bisa setengah jam di dasar laut jadi efektif kalau untuk menanam terumbu karang, " kata Susi.

Susi berharap dengan konservasi terumbu karang ini bisa memberi kontribusi bagus untuk ekosistem laut. Itu, katanya, perlu kerjasama demi mewujudkan Indonesia sebagai poros Maritim dunia.

Sementara itu, menurut Dankormar, pihaknya menargetkan untuk menanam satu juta terumbu karang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di berbagai daerah sudah banyak prajurit-prajurit Marinir melakukan program tersebut.

"Hingga Juli 2015 telah ditanam tidak kurang 400 ribu bibit terumbu karang dengan luas kawasan tanam lebih dari 30 hektar di berbagai tempat. Rencananya Marinir, KKP serta komponen bangsa lain akan melakukan penanaman satu juta bibit di daerah seluas 100 hektar di 51 lokasi penanaman 243 titik penanaman," terangnya.

Beberapa wilayah yang telah ditanam terumbu karang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Seperti Pantai Labuhan, Brondong Lamongan, Pantai desa Gisik Cemandi Sedati, Sidoarjo, Banten termasuk Pantai Tanjung Lesung, Bitung, Kepulauan Seribu, Lampung, Pulau Berhala Sumut, Sulsel, dan Pulau Weh.

Rencananya acara puncak program ini akan digelar di Pulau Weh dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Program ini tidak akan berhenti hanya sampai pada penanaman. Marinir dan KKP bersama stakeholder lainnya akan turun berskala setiap 3 bulan sekali untuk mengecek pertumbuhan terumbu karang. (detikcom/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru