Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Jokowi Panggil Para Petinggi TV Nasional, Bahas Soal Kejar Rating

- Sabtu, 22 Agustus 2015 14:52 WIB
330 view
Jokowi Panggil Para Petinggi TV Nasional, Bahas Soal Kejar Rating
SIB/Ant/Widodo S. Jusuf
PROGRAM TELEVISI HARUS MENDIDIK: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menkominfo Rudiantara (ketiga kanan), Mendikbud Anies Baswedan (keempat kanan) dan Seskab Pramono Anung (kanan) melakukan pertemuan dengan para direktur program stasiun televis
Jakarta (SIB)- Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi televisi-televisi nasional. Presiden Jokowi menyampaikan pesan agar memberikan siaran yang mendidik masyarakat.

"Keadaan ini menjadi semakin kurang produktif ketika media juga hanya mengejar rating. Dibandingkan memandu publik untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan dan budaya kerja produktif," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/8).

Jokowi didampingi oleh Seskab Pramono Anung, Mendikbud Anis Baswedan, Menkominfo Rudiantara dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki. Sementara itu hadir juga Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Judhariksawan dan sejumlah petinggi-petinggi di TV nasional diantaranya Ishadi SK, Leona Anggraeni, Tommy Suryopratomo, Wisnuthama, Alvin Sariadtmadja, dan lainnya.

"Dan masyarakat mudah terjebak pada histeria publik dalam merespons suatu persoalan. Khususnya menyangkut isu-isu yang berdimensi sensasional. Saya sampaikan," lanjut Jokowi.

Selama ini Jokowi menangkap ada keresahan publik. Terlebih setelah dirinya bertemu dengan ormas-ormas keagamaan, para tokoh masyarakat dan guru-guru.
"Pak, saya ini pagi mendidik anak-anak saya, hal-hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan lain-lain. Tapi malamnya nonton sinetron. Nonton tv yang hiburan yang berbanding terbalik dengan apa yang saya (guru) sampaikan," kata Jokowi menuturkan keluhan para guru.

Jokowi memahami rating yang tinggi berkaitan dengan iklan. Dan iklan berkaitan dengan bisnis.

"Saya kira saya tidak mempermasalahkan itu. Tapi jangan sampai kita ini memandu publik untuk masuk ke sektor-sektor yang konsumtif. Ke sektor-sektor yang bermewah-mewahan. Misalnya. Karena yang kita lihat seperti itu. Kemudian juga ke sektor-sektor yang tidak rasional, banyak yang tahayul juga. Ini yang dikomplainkan dari ormas agama," ungkap Jokowi.

"Saya ngomong, sekarang saya blak-blakan di sini. Juga hal-hal yang sangat tradisional dalam pola kita berpikir, bukan sebuah pola-pola yang modern. Hal-hal yang seperti itu yang saya tangkap yang menjadi sebuah keresahan. Bukan di news nya. Sekali lagi ini bukan masalah news," tegas Jokowi. (detikcom/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru