Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026
Kabasarnas Tutup SAR Trigana Air

Dana Keluarga Miskin yang Tak Ditemukan di TKP Rp 5.838.700.000

- Sabtu, 22 Agustus 2015 15:17 WIB
193 view
Dana Keluarga Miskin yang Tak Ditemukan di TKP Rp 5.838.700.000
Jakarta (SIB)- PT Pos Indonesia memberikan informasi rinci mengenai kondisi uang yang diamankan tim SAR gabungan dari pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua. Berikut rinciannya.

Humas PT Pos Indonesia Abu Sofjan mengatakan, ada uang Rp 6.574.800.000 yang dibawa 4 pegawai PT Pos dalam pesawat Trigana Air nahas tersebut. Uang itu merupakan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tahun 2015 dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk 10.958 rumah tangga miskin di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi seluruh dana tersebut. Serah terima telah dilakukan Kepala Kantor Pos Jayapura FX Haryono dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo disaksikan Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw.

Berikut rinciannya,
-Uang Rp 536.100.000 dalam keadaan utuh.
-Uang Rp 200.000.000 dalam keadaan rusak.

"Itu sebagaimana ditemukan tim SAR gabungan," ujar Sofjan via telepon, Kamis (20/8). Dikatakan dia, dirinya tidak tahu menahu mengenai sisa uang yang hilang. Kemungkinan besar uang itu hangus terbakar hingga tak berbekas di lokasi.

Seluruh uang itu telah diasuransikan. "Pada prinsipnya dana itu tidak ada yang hilang karena semua dicover asuransi," imbuh Sofjan.

Seluruh uang itu, lanjut Sofjan, kini masih berada di Kantor Pos Jayapura. Nantinya uang yang rusak akan ditukarkan ke Bank Indonesia (BI).

Tutup SAR Trigana Air

Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo menutup kegiatan SAR gabungan Trigana Air yang jatuh di Papua. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

Dijelaskan Soelistyo, upacara penutupan SAR gabungan dilakukan di lapangan Base Ops Lanud Sentani, Jayapura, Papua, pagi tadi. Di situ hadir berbagai unsur yang terlibat dalam seperti Polri, TNI, KNKT, Pemda, masyarakat, pihak Trigana Air, Kemenhub, dan lainnya.

Menurut Soelistyo, operasi SAR gabungan ditutup karena 2 tugas utama telah terpenuhi. Keduanya yakni menemukan pesawat dan mengevakuasi seluruh korban, lalu menemukan black box baik flight data recorder (FDR) ataupun cockpit voice recorder (CVR).

"Dari awal hingga akhir, 5 hari melakukan operasi, anak-anak di lapangan semuanya excellent, luar biasa. Terima kasih, mereka semua melakukan tugas dengan sangat profesional," jelas Soelistyo, Jumat (21/8).

Soelistyo mengatakan, kini tugas beralih ke Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw dan jajarannya, khususnya Tim DVI untuk mengidentifikasi 54 jenazah penumpang dan kru pesawat nahas yang jatuh di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (detikcom/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru