Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Anas Tunjukkan Laporan Dana Kampanye Presiden SBY

- Sabtu, 29 Maret 2014 19:48 WIB
648 view
Anas Tunjukkan Laporan Dana Kampanye Presiden SBY
Jakarta (SIB)- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menunjukkan laporan kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Hasil auditnya ini dia," kata Anas sambil menunjukkan bagian depan berkas laporan itu saat tiba di gedung KPK Jakarta, sekitar pukul 13.40 WIB, Jumat.
Laporan yang ditunjukkan Anas itu berjudul "Laporan Akuntan Independen atas Penerapan Prosedur yang Disepakati terhadap Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono serta Tim Kampanye Nasional".

"Ini saya terima kira-kira 10 bulan lalu, setelah saya pelajari informasi dari orang yang mengirim itu, ternyata benar bahwa ada kejanggalan. Ada hal yang aneh, ada yang layak untuk diselidiki lebih jauh," ungkap Anas.

Keanehan tersebut menurut Anas terkait dengan daftar nama penyumbang kampanye.

"Saya tegaskan lagi bahwa ada daftar nama penyumbang korporasi dan perseorangan yang sesungguhnya tidak menyumbang, tambah Anas yang datang ditemani dengan pengacaranya Firman Wijaya.

Artinya, menurut Anas ada penyumbang yang tidak terdaftar dalam laporan tersebut.

"Justru karena itu berarti ada yang menyumbang tapi namanya tidak ada di situ. Kalau ada sumber dana yang lain terkait dengan dana kampanye pemilihan presiden 2009 ini, itulah yang saya sebut layak diselidiki oleh KPK, bukan tugas saya," ungkap Anas.

KPK memang juga sedang mengusut aliran dana di Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung tersebut, sudah banyak pengurus partai Demokrat baik di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) maupun panitia kongres yang dipanggil KPK dalam kasus tersebut, tapi nama Sekjen Demokrat Edhi Baskoro Yudhyono yang menjadi steering commitee dalam kongres belum juga dipanggil KPK.

Bahkan Anas meminta KPK untuk mengusut apakah dana talangan Bank Century yang mencapai Rp7,4 triliun mengalir ke kongres.

"Termasuk apakah ada kaitannya dengan kasus Bank Century apa tidak, itu tugas KPK untuk menyelediki," tambah Anas.

KAMPANYE HITAM

Anas Urbaningrum membantah melakukan kampanye hitam terhadap partai tempatnya dulu berkarir tersebut.

"Siapa yang menuding itu? Kan ini tidak ada hubungannya sama Demokrat, saya tidak menyinggung-nyinggung Demokrat sama sekali," kata Anas di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Anas diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.

Dalam pemeriksaan Anas sebelumnya pada Jumat (21/3), pengacara Anas, Firman Wijaya mengatakan bahwa mobil Toyota Harrier milik Anas yang diduga KPK merupakan gratifikasi, uang mukanya berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY menurut Firman memberikan uang Rp250 juta, dan digunakan Rp200 juta untuk uang muka mobil.

Pemberian itu karena Anas saat masih menjadi ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat sering mendapat tugas penting dari ketua pembina Partai Demokrat saat itu SBY.

"Bukan, saya tidak menyinggung Demokrat dan tidak ada urusannya sama Demokrat. Justru saya mendoakan teman-teman saya di Demokrat yang sekarang jadi caleg bisa sukses semua. Teman-teman saya yang tidak di Demokrat juga saya doakan untuk sukses," tambah Anas.

Lebih lanjut, mengenai pemberian uang Rp250 juta tersebut, menurut Anas sudah ia sampaikan dua tahun lalu ke KPK.

"Saya bahkan sudah menyampaikan (Uang) itu dua tahun yang lalu, ketika proses penyelidikan. Saya tidak tahu apakah informasi atau data itu disampaikan penyelidik kepada pimpinan atau tidak, saya tidak tahu," ungkap Anas. (Ant/d)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru