Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Pelaku UMKM Berharap, Listrik Tidak Mati Lagi

- Jumat, 04 April 2014 16:16 WIB
366 view
Pelaku UMKM Berharap, Listrik Tidak Mati Lagi
Medan (SIB)- Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya, memberi pengaruh buruk terhadap Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), karena pada umumnya mereka belum mampu membeli mesin genset. Selain harganya mahal, ongkos operasionalnya juga terlalu besar. Jalan terbaik, yang harus dilakukan pelaku usaha kecil adalah menunggu PLN menghidupkan listrik. Hal itu diungkapkan para pelaku usaha kawasan home industri Bromo, Medan.

“Jangankan untuk membeli genset mempekerjakan karyawan saja saya tidak sanggup, sampai sekarang kami suami istri yang bekerja,” ungkap Rizal , seorang pengusaha sepatu di Jalan Bromo Medan, kepada SIB, Selasa (1/4).

Lebih lanjut dikatakan Rizal, sampai saat ini usahanya masih bergantung pada pasokan listrik PLN. Baik sebagai pemutar dinamo mesin jahit maupun penerangan dalam rumah. Kondisi listrik PLN yang sering padam, sangat mengganggu usaha pembuatan sepatu. “Listrik nyala saja, usaha kami kembang kempis, konon pula sering padam. Tidak tahu mau berbuat apa, kami pasrah kepada pemerintah,” keluhnya.

Hal senada dikatakan  Acep, seorang refarasi barang elektronik, pihaknya terpaksa menutup sementara usahanya jika listrik mati. "Jika listrik mati, ya terpaksa ditutup. Jika dihitung-hitung awal tahun ini omzet kami menurun hingga 70 persen,” jelasnya.

Acep berharap, agar listrik tidak padam lagi. Karena pemadaman listrik sangat berpengaruh terhadap masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah kebawah. "Kami para pelaku UMKM berharap agar listrik tidak padam lagi," harapnya.(DIK4/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru