Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Februari, Impor Ponsel Turun Sampai Rp 800 Miliar

- Selasa, 08 April 2014 13:32 WIB
365 view
Februari, Impor Ponsel Turun Sampai Rp 800 Miliar
Jakarta (SIB)- Telepon seluler (ponsel) merupakan salah satu barang dengan impor yang sangat tinggi. Setiap bulannya, impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang konsumsi tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (7/4/2014), impor ponsel pada bulan Februari 2014 mencapai nilai US$ 220,7 juta atau Rp 2,3 triliun dengan volume 982 ton.

Dibandingkan bulan sebelumnya, impor ponsel terlihat ada penurunan. Pada Januari 2014 impor sebesar 1.321 atau US$ 303,6 juta atau Rp 3,1 triliun. Indikasi utamanya adalah penerapan tarif baru PPh pasal 22 oleh Kementerian Keuangan pada awal tahun.

Tarif dinaikkan menjadi 7,5% dari yang semula hanya dikenakan sebesar 2,5%. Aturan ini memang bertujuan untuk mengurangi impor barang konsumsi akhir. Terutama ponsel.

Aturan ini memang tidak secara langsung tertuju pada barang. Tapi lebih kepada importir. Di mana untuk mengimpor ponsel harus membayar pajak sebesar 7,5% di awal. Meskipun pada akhir tahun, saat membayar PPh badan pasal 25 diberikan pengurangan.

Pada bulan November 2013, impor sebesar 1.455 ton atau senilai US$ 264,2 juta. Kemudian Desember 2013 impor tercatat 1.130 ton atau US$ 173,9 juta dan

Secara akumulasi (Januari- Februari 2014), ponsel yang diimpor sudah mencapai nilai US$ 524,3 juta atau 2.304 ton.

Pada tahun 2013, secara total impor ponsel mencapai 16.470 ton atau senilai dengan US$ 2,7 miliar. Sebelumnya tahun 2012, ponsel tersebut diimpor sebesar 18.309 ton atau US$ 2,6 miliar.

Berikut adalah 5 negara terbesar asal impor ponsel :

5. Korea Selatan

Impor ponsel dari Korsel pada bulan Februari, sebesar 3,2 ton atau US$ 2,4 juta. Turun dari Januari yang mencapai 7 ton atau US$ 4,5 juta. Akumulasi impor adalah sebesar 10,2 ton atau US$ 7,1 juta.

Tahun 2012 lalu total impor tercatat 141,8 ton atau US$ 84,5 juta dan 2013 adalah 35,2 ton atau US$ 23,3 juta.

4. Vietnam
Bulan Februari, impor ponsel dari Vietnam tercatat sebesar 192 ton atau US$ 72,4 juta. Turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 255 ton atau US$ 99,9 juta.

Secara akumulasi impor tercatat sebesar 448 ton atau US$ 172,3 juta.

Tahun 2012 lalu impor ponsel adalah 1.304 ton atau US$ 288,3 juta dan tahun 2013 total impor dari Vietnam sebesar 1426 ton atau US$ 607,1 juta.

3. Taiwan

Impor ponsel dari Taiwan bulan Februari adalah 18,3 ton atau US$ 7,3 juta. Berbeda dari negara sebelumnya, impornya malah naik dari Januari yang sebesar 9,3 ton atau US$ 3,5 juta.

Tahun 2012 total impor sebesar 470,2 ton atau US$ 226,1 juta. Tahun 2013 impornya 271, 1 ton atau US$ 190,8 juta.

2. Hong Kong

Ponsel dari Hong Kong masuk sebesar 14,9 ton atau US$ 774 juta pada bulan Februari. Turun drastis dari bulan sebelumnya yang mencapai 33,2 ton atau US$ 2,8 juta.

Tahun 2012 lalu total impor sebesar 39,8 ton atau US$ 1,8 juta dan 2013 adalah 813,3 ton atau US$ 39,3 juta.

1. Tiongkok

Impor ponsel terbesar masih berasal dari Tiongkok. Februari dilaporkan mencapai 750,4 ton atau US$ 135,5 juta. Turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 1.016 ton atau US$ 192,6 juta.

Pada tahun 2012, impor dari Tiongkok secara total tercatat 14,1 ribu ton atau US$ 1,2 miliar. Tahun 2013 adalah 13 ribu ton atau US$ 1,6 miliar.

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru