Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

AP Sebut Bandaranya Merugi, Kemenhub: Kita Bisa Beri ke Swasta

- Jumat, 11 April 2014 21:28 WIB
372 view
 AP Sebut Bandaranya Merugi, Kemenhub: Kita Bisa Beri ke Swasta
Jakarta (SIB)- Bandara komersial di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I dan II (AP I dan II) masih ada yang merugi karena beban operasional yang lebih tinggi daripada pemasukan. Tingginya beban berpengaruh terhadap laba yang diperoleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Apa tanggapan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator? Direktur Kebandarudaraan, Kemenhub, Bambang Tjahjono menerangkan jika AP I dan AP II merasa terbebani dengan mengoperasikan bandara yang merugi, maka BUMN operator bandara tersebut disarankan mengembalikan pengelolaannya kepada pemerintah.

Setelah kembali dikelola pemerintah, selanjutnya Kemenhub bisa saja membuka opsi penawaran kepada investor swasta.

“Kalau rugi kembalikan saja. Kalau AP misal mengatakan rugi kembalikan juga. Pemerintah kelola atau kita tawarkan ke swasta siapa tahu dia mau. Siapa tahu swasta yang kelola untung maka harus ada kompetisi,” kata Bambang kepada detikFinance di Kemenhub, Jakarta, seperti dikutip Kamis (10/4).

Ia menyebut BUMN jangan melulu berorientasi pada laba. Pasalnya BUMN mempunyai tugas untuk melayani penumpang.

“Dia ambil yang untung saja. Tapi namanya BUMN, dia penugasan dan dia pasti untung,” sebutnya.

Meruginya beberapa bandara komersial yang dikelola AP I dan AP II, bisa karena beberapa alasan. Salah satunya kesalahan di dalam pengelolaan.
“Kalau nggak ada kompetisi bicaranya rugi aja. Dia rugi bisa karena miss management saja atau rugi karena apa,” sebutnya.

Berikut ini bandara-bandara komersial yang merugi di bawah AP I dan AP II untuk tahun 2013.

Bandara yang masih rugi di bawah AP I:

  1. Bandara El-Tari (Kupang)
  2. Bandara Internasional Lombok (NTB), Bandara Frans Kaisiepo (Biak), Bandara Internasional Adi Sumarmo (Solo), Bandara Pattimura (Ambon) dan Bandara Sam Ratulangi (Manado)
  3. Bandara yang masih rugi di bawah AP II:
  4. Bandara Sultan Iskan Muda (Aceh), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Halim, Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Raja Fisabillilah (Tanjung Pinang) dan Bandara Sultan Thaha (Jambi).

(detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru