Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Harga Komoditas Unggulan Sumut Naik Akibat Kemarau

- Jumat, 11 April 2014 21:36 WIB
501 view
Harga Komoditas Unggulan Sumut Naik Akibat Kemarau
SIB/ ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Asf/Spt/14.
KEBUTUHAN KEDELAI NASIONAL: Seorang perajin tempe mendinginkan kedelai impor usai direbus pada proses pembuatan tempe di Kelurahan Sanan, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/4). Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakopti) memperkirakan kebutuhan k
Medan (SIB)- Harga sejumlah komoditas unggulan di Provinsi Sumatera Utara seperti kakao dan kopi kini terus naik sebagai dampak dari berlangsungnya musim kemarau.

Petani di Dairi, Romel Sembiring, di Medan, Kamis, mengatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas itu terjadi sejak dua pekan lalu.

Harga kakao, misalnya, dewasa ini berkisar Rp30 ribu hingga Rp32 ribu per kg dari sebelumnya Rp20 ribu per kg.

Sementara, harga kopi robusta dan arabika juga bergerak naik menjadi Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dari Rp13 ribu sampai Rp20 per kg.

Kenaikan harga dipicu terjadinya musim kemarau di mana cuaca itu menyebabkan terjadinya penurunan produksi tanaman.

"Produksi yang turun mendorong kenaikan harga karena pasokan menjadi sedikit," katanya.

Harga komoditas itu diduga akan terus naik karena kemarau masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Meski harga naik, tetapi petani mengkhawatirkan kenaikan harga itu tidak memberi keuntungan  besar menyusul dampak kemarau tersebut membuat produksi menurun.

Menurut dia, dengan bagusnya harga saat ini diharapkan pemerintah tidak menyetujui keinginan pengusaha yang minta penghapusan atau penurunan bea masuk biji kakao impor menjadi 0 persen dari lima persen.

"Dikhawatirkan penghapusan bea masuk kakao itu akan menekan harga jual kakao produk lokal," katanya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan ketika di Medan, Senin lalu, mengakui bea masuk kakao 0 persen bisa memukul petani kakao.
Dengan dibebaskannya bea masuk itu memang dikhawatirkan bisa membuat harga kakao petani mengalami penurunan.

Untuk itu, Kementan akan membicarakan rencana penurunan bea masuk kakao tersebut ke Kemendag dan kementerian lainnya termasuk Kementerian Keuangan.  (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru