Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026
Dari Hasil Sensus Ekonomi 2016

Tantangan yang Dihadapi Sumut Cukup Berat

- Sabtu, 17 September 2016 15:59 WIB
205 view
Tantangan yang Dihadapi Sumut Cukup Berat
Medan (SIB)- Menghadapi pasar bebas, khususnya terkait dengan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kekuatan dunia usaha perlu dipetakan.
Untuk itu BPS telah menghasilkan informasi awal berupa jumlah usaha di luar sektor pertanian melalui Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang baru saja selesai dilaksanakan.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut Wien Koesdiatmono melalui Kepala Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik Pendi Dewanto di kantor BPS Sumut, Jalan Asrama Medan, Jumat (16/9).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil SE 2016, jumlah usaha non-pertanian di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.176,3 ribu usaha, atau meningkat sebesar 11,3 % dibanding jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi 2006 tercatat sebanyak 1.056,5 ribu usaha.

Dari sebanyak 1.176,3 ribu usaha hasil SE 2016, tercatat sebanyak 380,7 ribu menempati bangunan khusus tempat usaha.

Dengan demikian, maka sebanyak 795,6 ribu usaha tidak menempati bangunan khusus usaha yakni seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima dan lainnya," kata Pendi.

Dari hasil SE 2016, sebut dia, tantangan yang dihadapi Sumut cukup berat di era persaingan bebas, mengingat lebih dari 67%  usaha tidak menempati bangunan yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan usahanya.

Untuk itu, sebutnya, produktivitas dan daya saing usaha perlu ditingkatkan. Berdasarkan kabupaten/kota, Kota Medan memiliki jumlah usaha terbanyak yaitu 232,8 ribu dengan pertumbuhan 4,8% dibanding dengan hasil SE 2006.

"Jika dilihat dari pertumbuhannya, Kabupaten Pakpak Bharat memiliki pertumbuhan usaha tertinggi yaitu 136,7%, sementara Kabupaten Nias mengalami penurunan jumlah usaha terbesar yaitu 26,5%," ungkapnya.

Menurutnya, penurunan jumlah usaha hasil SE 2016 dibanding hasil SE 2006 Kabupaten Nias disebabkan tahun 2006 banyak bermunculan kegiatan ekonomi/usaha yang sifatnya sementara, sebagai dampak dari pembangunan pasca gempa yang terjadi di Kepulauan Nias pada tahun 2005. (A2/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru