Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Maret 2026
Aset Telkom Rp 400 Triliun, Melebihi Freeport

Indonesia Kekuatan Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

- Sabtu, 20 Mei 2017 17:50 WIB
500 view
Jakarta  (Sib)- Direktur Utama Telkom, Ir Alex Janangkih Sinaga MSc menyatakan, perkiraan orang yang menganggap aset Freeport sangat besar, adalah keliru. Aset Telkom Rp 400 triliun ternyata lebih besar dari aset Freeport, ujarnya tanpa merinci berapa angka aset Freeport yang pasti.

Sebelum RUPS Telkom 2017 berlangsung, dalam wawancara khusus dengan Wartawan Harian Umum SIB JPH Sitompul, Alex J Sinaga Siantar-man itu menyatakan, Bisnis Digital Telkom kini masuk 14 Paket Ekonomi Indonesia. Hal itu ditetapkan langsung Presiden RI Joko Widodo, tandasnya.

"Orang sempat menganggap Pak Jokowi tidak banyak tahu soal binis hanya karena latar belakangnya Ir kehutanan. Pak Jokowi itu orang junius, justru tidak sempat ngurusin kehutanan. Belum tahu dia, orang-orang" ujarnya sambil bercanda.

Disebutkan,  bahwa kerja nyata yang dilakukan perusahaan merupakan upaya Telkom dalam mendukung cita-cita pemerintah, "Seluruh inisiatif yang telah dan akan terus dilakukan  Telkom merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam membangun ekonomi digital Indonesia, khususnya dalam mewujudkan cita-cita yang telah dicanangkan Presiden RI yaitu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, tegasnya. 

Dibangunnnya jaringan fiber optik kini dari Aceh sampai  Papua, dimaksudkan mendukung  tol laut yang sejak awal dicanangkan  Presiden, tujuannya tiada lain agar ekonomi Indonesia dari barat ke timur merata, tidak timpang seperti sebelumnya. Digital itu lebih cepat, lebih akurat, efisien dan kompetitif, tegasnya.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2016 yang dilaksanakan di Jakarta pada tgl 21 April 2017   menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 13,55 triliun atau senilai Rp 136,747 per lembar saham. Dividen tersebut merupakan yang tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Juga Telkom menyetujui payout ratio sebesar 70% dengan rincian 60% atau sebesar Rp. 11,61 triliun merupakan dividen tunai termasuk dividen sementara (interim) sebesar Rp 1,92 triliun yang telah dibagikan kepada para pemegang saham pada 27 Desember 2016, sehingga jumlah dividen tunai yang masih akan dibayarkan adalah sebesar Rp 9,69 triliun atau sebesar Rp 117,3675 per lembar saham. Selanjutnya, 10% atau sejumlah Rp. 1,94 triliun merupakan dividen spesial. Sementara itu, sisanya sebesar 30% atau Rp. 5,80 triliun merupakan laba ditahan.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga menambahkan,  sepanjang 2016 Telkom membukukan kinerja keuangan yang memuaskan, ditandai dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 116,33 triliun atau tumbuh sebesar 13.5%. Sementara itu, laba bersih tercatat meningkat 24.9% mencapai Rp 19,35 triliun dan EBITDA tumbuh 15.7% menjadi Rp 59,50 triliun "Berkat kinerja yang sangat baik ini, di tahun buku 2016 Telkom kembali mencatat pertumbuhan triple-double-digit untuk Revenue, EBITDA dan Net Income," ujarnya.

RUPS Telkom   menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi  Perseroan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPS Tahun  2017  sebagai berikut; Komisaris Utama, Hendri Saparini,  Komisaris Independen Dolfie Othniel Fredric Palit, Margiyopno Darsasumarja, Pamiyanti Pamela Johanna, Cahyana Ahmadjayadi.    Komisari-Komisaris,  Hadiyanto, Devy W Suradji, Rinaldi Firmansyah.

Sedangkan Dewan  Direksi;  Direktur Utama Alex J Sinaga, Direktur Keuangan Harry M. Zen, Direktur Consumer Service       Mas'ud Khamid, Direktur Human Capital Management Herdy R. Harman,  Direktur Network & IT Solution Zulhelfi Abidin, Direktur Digital & Strategic Portfolio David Bangun, Direktur Wholesale & Internasional Service Abdus Somad Arief, Direktur Enterprise & Business Service  Dian Rachmawan. (JPH Sitompul/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru