Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Menteri Perdagangan: Jangan Bilang Harga Naik, Harga Stabil

- Jumat, 26 Mei 2017 17:16 WIB
641 view
Bandung (SIB)- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar pergerakan harga jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri jangan dipersepsikan sebagai harga naik. "Jangan persepsinya harga naik. Ini secara tidak langsung pedagang, maupun kita terframing dengan harga naik," kata dia di Bandung, Rabu (24/5).

Enggar mengklaim, menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ini harga relatif stabil. "Tolong jangan bilang harga naik. Sekarang berbeda, harga stabil," kata dia.

Dia mengklaim, pantauan Kementerian Perdagangan atas pergerakan harga bahan makanan cenderung turun. "Data per hari ini deflasi. Jadi kalau saya urut dulu bahwa lebih banyak yang turun dari pada yang naik. Ini ada sementara kenaikan bawang putih, tapi dalam waktu singkat turun lagi," kata Enggar.
Enggar mengatakan, ada sejumlah bahan makanan yang menjadi fokus pemantauan pengawasan Kementerian Perdagangan. Pertama, beras. "Kita udah gak sibuk lagi ngurusin beras," kata dia. "Beras aman. Bahkan rada takut karena harganya kerendahan. Harga cuma Rp 9.500 per kilogram sudah Rp 9.200, yang premium saya gak peduli mau jual berapapun gak ada soal," kata dia.

Pergerakan harga gula juga diklaimnya terkendali. "Gula aman. Harga gula tidak boleh lebih dari itu (Rp 12.500 per kilgoram). Kalau lebih dari itu pasti tidak laku, dan jangan beli gula itu. Itu menjadi musuh rakyat bersama," kata Enggar.

Enggar mengatakan, stok gula dalam negeri saat ini menembus 350 ribu ton. "Karena sisanya sudah tersebar, yang kita gelontorin," kata dia. Bulog sudah menyiapkan strategi menembus pasar untuk memasok kebutuhan gula, terutama di daerah perbatasan.

Selanjutnya, minyak goreng dalam kemasan sederhana. Dia mengklaim sebarannya sudah mulai merata. "Dan ini akan terus ada, dan bahkan kita akan tentukan produksi dari minyak goreng sederhana itu," kata Enggar.

Enggar mengatakan, kondisi yang sama berlaku untuk pasokan daging. Pemerintah lewat Bulog menyiapkan daging sapi beku yang dijual dengan harga seragam Rp 80 ribu per kilogram. "Daging beku itu daging yang lebih higienis, daging yang lebih aman dari penyakit, (harganya) Rp 80 ribu merata. Kalau ada daging segar lebih tinggi, itu sekarang sudah turun. Sudahlah, yang pasti ada yang Rp 80 ribu, orang bisa makan daging," kata dia.

Dia mengakui konsumsi daging beku impor ini yang masih jadi kendala. "Nah ini dia. Coba kita makan di restoran, di hotel. Itu di negara-negara maju itu tidak boleh di konsumsi sebelum dibekukan. Sekarang tugasnya media mengedukasi masyarakat bahwa daging beku itu sehat," kata Enggar.

Untuk telur ayam dan daging ayam, Enggar mengatakan, pemerintah tidak akan mengintervensi harganya karena produksi saat ini berlebih. "Jadi bantulah, jangan ditekan-tekan dulu mereka. Saya gak mau intervensi itu, biarkan mereka menutup kerugiannya dulu," kata Enggar. (T/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru