Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Anjlok Harga Cabe Petani Dituding Akibat Impor Cabe Pasta

- Selasa, 01 Juli 2014 12:47 WIB
425 view
 Anjlok Harga Cabe Petani Dituding Akibat Impor Cabe Pasta
Jakarta (SIB)- Harga cabe di tingkat petani dan konsumen anjlok karena pasokan yang berlebih saat masuk panen raya. Selain pasokan berlebih, juga karena permintaan yang turun dari industri.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia (AACI) Dadi Sudiyana menyebut tren penurunan harga cabe disebabkan karena panen raya di beberapa sentra produksi cabe. Selain itu juga disebabkan karena serapan industri dalam negeri yang cukup rendah.

"Ada beberapa industri yang mengimpor cabe dalam bentuk pasta. Jadi permintaan terhadap cabe rawit segar ini berkurang signifikan," kata Dadi, Senin (30/6).

Industri di dalam negeri lebih memilih cabe pasta impor asal Tiongkok hingga Thailand disebabkan karena harga yang lebih murah. Ia tidak menyebutkan berapa selisih harga antara cabe impor pasta dengan cabe rawit segar produksi dalam negeri.

"Cabe pasta itu termasuk produk olahan. Dia (cabe pasta) masuk saat panen sehingga industri ini punya stok," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Hortikultura Nasional Benny Kusbini, menurut Benny walaupun pemerintah menutup impor cabe segar tetapi impor cabe dalam bentuk pasta untuk industri tetap dibuka.

"Harga cabe anjlok akibat industri tidak beli semua cabe produksi petani. Pemerintah sekarang diam seribu bahasa. Industri kita lebih memilih membeli cabe dari luar negeri. Memang impor cabe fresh ditutup tetapi impor cabe pesta dan cabe yang sudah giling tetap boleh masuk," jelasnya.

Harga cabe rawit merah terus mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Harganya di pasar tradisional (konsumen) Rp 16.000-18.000/kg sedangkan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta hanya Rp 5.000-8.000/kg. Bahkan petani harus rela melepas cabe rawit merah di kisaran Rp 4.000-an/kg saja. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru