Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Produk Mainan Indonesia Raih Transaksi Besar di Malaysia

- Kamis, 03 Juli 2014 16:59 WIB
339 view
Produk Mainan Indonesia Raih Transaksi Besar di Malaysia
Kuala Lumpur (SIB)- Aneka produk makanan, minuman (mamin) dan komoditi Indonesia kembali meraih transaksi besar dalam pameran ke-15 Malaysia International Food and Beverages (MIFB) 2014 dengan nilai mencapai Rp8,625 miliar.

"Jumlah transaksinya mencapai senilai 750 ribu dolar AS atau setara Rp8,625 miliar, yang berarti melebihi target yang diharapkan," kata Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Fajarini Puntodewi kepada Antara di Kuala Lumpur, Rabu.

Menurut dia, produk mamin yang meraih transaksi diantaranya produk teh, produk kakao, produk diet dan franchise ayam goreng.

Selain transaksi tersebut, lanjut dia, produk-produk UKM Indonesia yang dijual secara retail juga sangat laris sehingga semua produk terjual habis.

Puntodewi menambahkan permintaan akan produk Indonesia tidak saja berasal dari Malaysia, namun juga dari beberapa negara lainnya seperti Bangladesh, Tunisia dan Hong Kong.

Pameran yang berlangsung dari tanggal 19 sd 21 Juni 2014 diikuti oleh 400 exhibitor, termasuk 26 exhibitor international antara lain dari China, Ecuador, Greece, HongKong, India, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Singapura.

Pada pameran kali ini, Pavilion Indonesia yang dikoordinasikan oleh Bidang Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, menyewa 6 booth dan membawa 18 perusahaan yang terdiri dari perusahaan besar, menengah dan kecil.

Produk yang ditawarkan adalah teh, kopi, coklat, minuman diet dan kesehatan, ikan kaleng, lauk (rendang) serta produk makanan kecil lainnya seperti bakpia, cookies, snack, dan bumbu instan.

Meskipun pasar Malaysia tidak besar, namun produk Indonesia masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diekspor baik ke Malaysia maupun pasar internasional lainnya.

Teh, kopi dan kakao dari Indonesia memiliki pasar sangat baik di Malaysia, karena kualitas yang tinggi serta biaya transportasi lebih rendah dibandingkan dengan pesaing dari Afrika.

Produk teh dan kopi Indonesia tersebut adalah bahan utama, yang akan dicampur dengan bahan lainnya hingga menjadi produk akhir (produk jadi).

Pasar Malaysia meskipun tidak besar, perlu digarap secara baik, karena Malaysia selain sebagai pasar tujuan ekspor juga merupakan pintu masuk dan etalase bagi produk Indonesia di pasar internasional, mengingat banyaknya wisatawan dan pelaku usaha asing, khususnya dari Eropa, Timur Tengah dan Asia Barat di Malaysia.  (Ant/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru