Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bermodalkan Racikan Kopi Tradisional, Djohan Wang Mampu Buka 4 Gerai di Medan

- Selasa, 08 Juli 2014 16:16 WIB
871 view
Bermodalkan Racikan Kopi Tradisional, Djohan Wang Mampu Buka 4 Gerai di Medan
Medan (SIB)- Hanya dengan meracik kopi secara tradisional, Salimin Djohan Wang mampu membuka 4 gerai kopi di Medan yakni di Jalan Dr Mansyur, Kapten Muslim, Jalan Pemuda dan  Jalan Setia Budi. Melalui penjualan racikan kopi tradisional itu, ia mampu meraih omzet Rp 10 juta lebih/bulan. “Jadi kopi racikan saya ini nantinya akan menjadi salah satu simbol atau oleh-oleh yang harus dibeli turis ataupun pendatang di Kota Medan.

Kita sudah membutikannya, selama 4 tahun saya menggeluti bisnis ini sudah ada pelanggan saya yang secara khusus datang membeli kopi racikan saya dari Korsel, Malaysia dan Singapura,” kata Salimin Djohan Wang kepada wartawan, Jumat (4/7) digerai Repvblik Kopi di Jalan Pemuda  Medan miliknya yang dibuka awal Mei lalu.

Dia mengatakan, untuk membedakan kopi racikannya dengan kopi yang lain, ia telah menamakan kopi racikannya dengan nama Bubuk Kopi Ong. “Untuk meracik kopi Ong yang baik dan berkualitas dengan aroma yang enak  memang membutuhkan keahlian khusus, dan keahlian itu saya peroleh dengan latihan secara terus-menerus. Memang hobby saya sejak kecil meracik kopi,” katanya.

Kedai kopi yang mengusung konsep interior bangunan kolonial ini tetap fokus pada kopi Sumatra untuk menyasar pangsa pasar kalangan penikmat kopi. "Repvblik Kopi, dari awal memang punya konsep kolonialis, dan dari awal, mengusung konsep kedai kopi, di mana orang dapat menjadikannya sebagai rumah ketiga setelah rumah dan kantor. Orang bisa menikmati obrolan di sini maupun untuk menikmati kesendirian dengan atmosfer yang punya ciri khas sendiri," katanya.

Repvblik Kopi menyediakan racikan kopi lokal Sumatra, antara lain Gayo, Lintong dan Sidikalang. Namun, ada beberapa jenis kopi yang diolah sendiri oleh Djohan sebagai roast master, misalnya Kopi Simpanan Mertua, yakni racikan kopi yang menggunakan biji kopi yang sebelumnya disimpan selama 3 sampai 5 tahun. Selain menggunakan mesin espresso, di Repvblik Kopi juga disediakan kopi yang diracik secara manual brewing, seperti Shyphon, French Press, Ibrik (Turki) Vietnam Drip maupun V60. "Meski butuh waktu untuk meyakinkan konsumen mengenai kopi dengan seduhan manual, namun saya pikir perlu tetap disediakan. Pada awalnya mungkin orang belum familiar, namun perlahan saya yakin  akan diminati di kota ini," ujarnya.

Menurutnya, kopi saat ini telah menjadi komoditas yang banyak dilirik kalangan pengusaha di Medan. Hal ini bisa dilihat dari tidak sedikit gerai kopi yang saat ini hadir di Medan. (A16/i)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru