Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Dana Asing Masuk Rp 3 Triliun, Berkat Jokowi Effect Jilid 2

*Rupiah Menguat Jadi Rp11.500 Dolar AS
- Jumat, 11 Juli 2014 15:07 WIB
266 view
 Dana Asing Masuk Rp 3 Triliun, Berkat Jokowi Effect Jilid 2
Jakarta (SIB)- Euforia capres nomor urut dua Joko Widodo atau dikenal dengan Jokowi Effect kembali terasa di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana asing pun mengalir deras hingga siang hari.

Berdasarkan data perdagangan BEI hingga penutupan perdagangan sesi I dana asing yang masuk lantai bursa terpantau sebanyak Rp 3,028 triliun.
"Investor asing ini sudah antisipasi sejak awal," kata Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, Kamis (10/7).

Sampai akhir pekan lalu, investor asing masih melakukan aksi jual dan menarik dana dari lantai bursa. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, dana asing keluar sebanyak Rp 900 miliar.

Namun hal tersebut berubah drastis pada perdagangan Senin pasca debat capres terakhir yang digelar di akhir pekan.

Pada dua perdagangan terakhir, dana asing sudah masuk dalam jumlah banyak. Pada penutupan perdagangan Senin masuk Rp 845,49 miliar, dan Selasa Rp Rp 1,584 triliun.

Total dana asing yang parkir di pasar modal sejak awal tahun sampai pada penutupan perdagangan Selasa kemarin mencapai Rp 46 triliun.

Dolar Keok di Rp 11.500


Hasil hitung cepat (quick count) memperlihatkan unggulnya pasangan capres-cawapres nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Sesuai prediksi kalangan pelaku pasar keuangan, bila Jokowi-JK unggul maka rupiah menguat.

Usai libur pencoblosan, dolar AS keok alias melemah. Pada penutupan Senin 8 Juli 2014, dolar berada di kisaran Rp 11.600.

Dari data Reuters, Kamis (10/7), dolar berada diposisi di Rp 11.530.

Analis asing sudah mulai merilis prediksi nilai tukar rupiah dengan skenario kemenangan masing-masing calon presiden (capres). Hasilnya berbeda antara satu capres dan lainnya.

Kepala Riset Valuta Asing Malayan Banking Bhd cabang Singapura, Saktiandi Supaat, menyatakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jika capres nomor urut 2 Joko Widodo yang akhirnya terpilih sebagai presiden Republik Indonesia (RI) periode berikutnya.

"Nilai tukar rupiah bisa menguat menuju Rp 11.300 per dolar AS untuk kemenangan Jokowi," kata Saktiandi dalam risetnya.

Menurutnya, hal ini bisa berbanding terbalik jika capres nomor urut 1 Prabowo Subianto yang memenangkan pilpres. Rupiah diprediksi melemah hingga posisi dolar AS berada di kisaran Rp 12.000.

Pada penutupan perdagangan dua hari lalu, posisi dolar AS berada di Rp 11.630 per dolar AS. Hasil riset Analis Brown Brothers Harriman & Co. di New York, Marc Chandler, menilai pelaku pasar sudah mulai menyadari kemenangan Jokowi dan rupiah pun siap menguat. (detikfinance/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru