Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Impor Beras 50.000 Ton, Bulog Gelontorkan Rp 300 Miliar

- Rabu, 23 Juli 2014 15:24 WIB
373 view
 Impor Beras 50.000 Ton, Bulog Gelontorkan Rp 300 Miliar
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Perum Bulog telah memutuskan untuk mengimpor beras jenis premium dan medium dari Vietnam sejumlah 50.000 ton. Direncanakan puluhan ribu ton beras tersebut akan datang dalam waktu dekat yaitu Juli hingga Agustus.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengungkapkan butuh dana besar bagi Bulog untuk mendatangkan puluhan ribu ton beras asal Vietnam itu.
"Kira-kira jadi 50.000 ton itu sama dengan 50 juta kg dikali Rp 6.000 per kg jadi Rp 300 miliar. Itu besar, seminggu saja kita keluarkan uang Rp 500 miliar untuk membeli beras di sini," ungkap Sutarto seperti dikutip, Selasa (22/7).

Sutarto kembali menjelaskan bila importasi beras yang dilakukan Bulog sudah sesuai instruksi oleh pemerintah. Pemerintah beralasan salah satu sebab Bulog harus impor beras adalah karena puso (gagal panen).

Menurut Sutarto, jumlah stok beras yang diharapkan pemerintah idealnya adalah sebesar 2 juta ton. Sejak Mei 2014, stok Bulog memang mendekati 2 juta ton atau detilnya 1,9 juta ton yang terdiri dari 1,89 juta ton stok beras Bulog dan pengadaan komersial sebesar 18.000 ton.

Sutarto mengatakan tetap akan mencermati produksi beras dalam negeri. Ia menegaskan Bulog akan memprioritaskan penyerapan beras dalam negeri walaupun dengan harga yang sedikit lebih mahal. Jika tidak cukup, maka importasi beras gelombang kedua akan dilakukan.

"Pokoknya kita sudah buka. Thailand pun kita minta menawar. Lalu Myanmar dan India juga kita jajaki.

Mana yang siap dengan kualitas yang kita harapkan. Sementara ini Vietnam yang memenuhi," jelasnya.

 Proses konstruksi membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun. Diamond Airport dari bumi Borneo ini siap dioperasikan sesuai rencana pada awal 2017.

Sementara itu, hingga Senin (21/7) stok beras yang berada di gudang-gudang Bulog di Provinsi Sumut mencapai 28.000 ton dan dalam dua hari ini stok beras bakal masuk lagi 30.000 ton yakni 8.000 ton dari Sulawesi Selatan dan 22.000 ton dari Jawa Timur.

Maka dengan demikian stok beras mencapai  58.000 ton cukup untuk alokasi 5,5 bulan ke depan, ujar Humas  Bulog Divisi Regional (Divre ) Sumut  Rudi Adlyn kepada wartawan di kantornya Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (22/7).

Menyinggung realisasi beras miskin (Raskin), Rudi mengatakan, hingga Selasa (22/7) sudah terealisasi sebesar 96.000 ton atau 97 %. “Jadi Raskin yang bakal turun yakni Agustus, September dan Oktober,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Rudi menyebutkan sekitar 80% beras yang dikuasai Bulog berasal dari dalam negeri yakni dari hasil panen petani terutama dari sejumlah provinsi yang mengalami surplus beras.

 Laginya memang harga pembelian beras petani  di luar Provinsi Sumut sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah ) Rp 6.600 per kg. (detikfinance/A3/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru