Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pameran dan Pasar UMKM di Medan

- Rabu, 23 Juli 2014 15:33 WIB
697 view
Pameran dan Pasar UMKM di Medan
SIB/ist
Terbaik III: Asima Murni Panggabean menerima penghargaan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprovsu sebagai terbaik III Stand Lidya Collection Genuine Leather miliknya yang turut mempromosikan produk unggulan dari bahan kulit hewan pada Hari Kopera
Medan  (SIB)- Pameran dan Pasar UMKM yang digelar selama lima hari di Lapangan Benteng Medan menghasilkan  transaksi Rp793.625.000.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Drs Muhammad Zein Siregar Msi kepada wartawan seusai penutupan Pameran dan Pasar UMKM yang digelar serangkaian dengan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 67, Sabtu (19/7) malam kemarin.

"Total transaksi selama lima hari Rp793.625.000 dari 238 pelaku UMKM termasuk kuliner dan pasar murah," ucapnya.

Dia menargetkan,  pelaku UMKM dapat lebih berdaya saing terlebih menjelang masyarakat komunitas Asean di 2015.

Bukan hanya itu dari pameran ini juga nantinya para pelaku UMKM di Sumut bisa saling tukar-menukar pikiran untuk meningkatkan kualitas produk.

"Salah satu kendala yang masih dialami UMKM kita adalah dari segi kwantitas produk. Kalau kwalitas produk, kita sudah bisa bersaing di luar negeri.

Lewat even seperti inilah mereka bisa saling tukar menukar pemikiran untuk meningkatkan kwantitas produk tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu kita juga sempat menggelar even Medan Expo yang menghadirkan para pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. Setidaknya itu bisa dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran sesama pelaku UMKM," katanya.

Hal lainnya yang akan dilakukan pemerintah daerah (Pemda) yakni dengan memperbesar jumlah modal yang akan diberikan ke pelaku UMKM.

Selama ini modal juga masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi para pelaku. Pihaknya akan bekerjasama dengan Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) untuk memberikan modal tersebut. "Kita ingin agar mereka berlomba-lomba mengajukan kredit ke LPDB melalui Dinas Koperasi supaya mendapatkan dana yang lebih besar. Sementara untuk yang di desa, kita himbau untuk ajukan dari BPR. Setidaknya ada Rp5 miliar untuk desa," ujarnya.

Sementara total kuota dana yang disiapkan Sumut untuk pelaku UMKM yakni Rp290 miliar.

Dari ratusan stand yang dimiliki para pengusaha UMKM, stand Lidya Collection Genuine Leather  (LCGL) yang mempromosikan berbagai produk fashion dari kulit hewan berhasil meraih penghargaan sebagai Stand Terbaik III pada  Hari Koperasi Nasional ke-67.Penghargaan diserahkan langsung Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sumut Muhammad Zein Siregar pada acara penutupan  di Lapangan Benteng Medan baru-baru ini.
Di  Harkopnas ke-67  yang dibuka Presiden SBY itu stand LCGL milik Asima Murni br Panggabean menampilkan hasil produknya yakni  tas kulit,tali pinggang dan sepatu kulit yang banyak dibeli konsumen.

  Harga ditawarkan mulai dari harga Rp 600 ribu ke atas. Umumnya dibeli  konsumen dari kalangan ibu-ibu menengah ke atas . “Saya bangga dari sekian puluh stand yang  hadir di Harkopnas itu,Stand LCGL terbaik III. Ini memicu saya untuk lebih banyak berkarya menciptakan ide-ide dari home-industri saya”,ujar putri karyawan di PTPN Bah Jambi Maraden Panggabean dan ibu br Napitupulu senang.

Home industri miliknya ini baru berjalan sejak 2 tahun lalu dan belum bisa melayani kebutuhan konsumen dalam jumlah besar. Jadi barang yang  dijual masih berdasarkan permintaan atau pesanan konsumen. “Peminat dari bahan kulit ini cukup besar terutama tas besar, dompet, tali pinggang maupun berbagai asesoris”, ujar dosen  wirausaha dan kepribadian di LP3I Jalan Gajahmada Medan.

Memang,tambahnya, produk yang dihasilkannya ini sudah pernah diborong  konsumen dari Rusia.Bisa jadi mereka ini menjualnya lagi dengan harga yang berlipat-lipat ganda dan menggunakan merek luar negeri. “Tapi bagi kami sulit mengatasi, karena belum memiliki izin hak paten”, katanya.

Karena itu,katanya, ke depan, dia membuat berbagai persiapan untuk kemajuan usahanya misalnya melatih tenaga-tenaga terampil untuk mengerjakan berbagai produk, membuka butik tempat pemasaran di lokasi strategis, bekerjasama dengan biro travel dan mengurus izin hak paten. 
     
Diyakininya  dalam 1 bulan bisa menghasilkan produk  dalam jumlah besar. Artinya, tidak seperti sekarang ini dibuat barang berdasarkan permintaan konsumen,ujarnya sambil menyebutkan tenaga terampil yang sudah dilatihnya baru 2 orang dengan 2 anggota. “Kalau bahan baku kulit hewan untuk bisnis ini tidak ada masalah”,ujarnya.(A16/A3/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru