Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 11.400 Begitu Jokowi-JK Terpilih

IHSG Naik Lagi Setelah Hatta Hormati Hasil KPU
- Kamis, 24 Juli 2014 13:31 WIB
200 view
Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 11.400 Begitu Jokowi-JK Terpilih
Jakarta (SIB)- Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus merangkak naik menembus kisaran Rp11.400, pasca Komisi Pemilihan Umum  menyatakan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai pemenang Pilpres 2014.

Hingga sekitar pukul 09.44 WIB, mata uang garuda ini melejit 1,1 persen ke posisi Rp 11.484 per dollar AS. Seperti dikutip dari Bloomberg, posisi ini merupakan level terkuat rupiah terhadap dollar AS sejak 20 Mei 2014.

Pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah menguat ke posisi 11.526,3 dibandingkan penutupan Selasa kemarin pada 11.606,3.

Rupiah terus menguat sejak ada tanda-tanda Jokowi-JK akan memenangkan Pilpres.

 Namun, kenaikan rupiah tersebut sempat terganggu dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menolak pelaksanaan Pilpres pada Selasa (22/7) sore. Rupiah sempat terpuruk hingga menembus level Rp 11.600, setelah itu melaju lagi di kisaran Rp 11.500.

Seperti diberitakan, hasil rekapitulasi nasional Pilpres menunjukkan pasangan Jokowi-JK meraih 53,15 persen, sementara Prabowo-Hatta Rajasa mendapatkan 46,85 persen. Dengan demikian Jokowi-JK menjadi presiden baru Indonesia dan rencananya akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok pasca penolakan Prabowo terhadap hasil rekapitulasi Pilpres oleh KPU, belakangan sedikit naik begitu Hatta Rajasa menyatakan menghormati hasil rekapitulasi KPU.

Menurut Head of Research Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, pernyataan Hatta Rajasa yang menerima hasil rekapitulasi KPU itu meyakinkan para investor sehingga IHSG kembali agak naik. "Sempat turun tapi saat ini mulai pulih, saya kira pernyataan Hatta cukup melegitimasi hasil KPU, dan berdampak kepada pasar," ujar Satrio Utomo Jakarta, Selasa (22/7).

Dia menambahkan, pasar tidak akan terus memberikan sentimen negatif pada hari-hari ke depan. Pasalnya dia meyakini dampak pernyataan Prabowo hanya terjadi pada hari itu saja. Sementara mengenai kemungkinan kembali anjloknya IHSG, menurut Satrio, selama Pemilu tidak memunculkan kondisi yang kacau, maka IHSG tidak akan kembali terguncang dalam. "Yang penting kondisinya kondusif tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka pasar tidak akan anjlok secara dalam," tandasnya. (kompas.com/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru