Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026
Bukan Cuma IHSG, Rupiah Juga Rontok 'Terjangkit' Corona

Stabilkan Nilai Rupiah, BI Gelontorkan Rp 100 T

Redaksi - Sabtu, 29 Februari 2020 13:30 WIB
192 view
Stabilkan Nilai Rupiah, BI Gelontorkan Rp 100 T
Detikfoto: Rachman Haryanto
MERAPIKAN UANG: Seorang petugas merapikan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta. 
Jakarta (SIB)
Wabah Corona tak hanya menjangkiti tubuh manusia, tetapi juga ke sektor keuangan global, termasuk Indonesia. Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah dan harga saham keok terdampak virus corona.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan saat ini kondisi pasar keuangan global memang sedang mengalami ketidakpastian. Menurut dia, investor asing di seluruh negara memprediksi dampak corona tak hanya menyebar di kawasan Asia, tetapi juga di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Investor global saat ini cenderung melepas investasi portofolio di berbagai negara, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain. Seperti Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/2).
Dia menjelaskan, hal ini di Indonesia turut berpengaruh pada nilai tukar rupiah dan harga saham.

Perry menyebut, sebagai informasi modal asing pada surat berharga negara (SBN) bulan ini terjadi outflow atau keluar Rp 26,6 triliun secara neto. Kemudian untuk saham Rp 4,1 triliun.

Kemudian, pada akhir Januari dan Februari, corona virus menyebabkan SBN outflow Rp 11 triliun, saham outflow Rp 1,6 triliun. "Pengaruh corona ke pasar keuangan ini tak hanya di Indonesia saja," ujarnya.

Dia menjelaskan akibat hal ini indeks harga saham gabungan (IHSG) juga turun sejak akhir Januari dan saat ini berada di posisi 5.650an.

Sedangkan pada rupiah membuat mata uang garuda ini melemah 1,08% sesuai data 27 Februari 2020 dan saat ini diperdagangkan di level Rp 14.000.

Menurut Perry pelemahan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang lain seperti Won yang melemah 5,07%, Baht melemah 6,42%, Dolar Singapura 3,76%, Ringgit 2,91%.

"Lagi-lagi corona virus itu memang berdampak ke perilaku investor global terhadap kepemilikan investasi mereka di berbagai negara. Mereka cenderung menjual dulu karena itu ada outflow dan kalau kondisi baik mereka akan masuk lagi. Kita akan terus pantau ini," jelas Perry.

GELONTORKAN RP 100 T
Perry Warjiyo menjelaskan, untuk membentengi hal tersebut, bank sentral melakukan tiga intervensi di surat berharga negara (SBN), saham, hingga DNDF.

Perry menyebut, sejak awal 2020 ini, BI telah memborong SBN di pasar sekunder sebesar Rp 100 triliun.

"Jadi SBN yang dilepas investor asing, kami beli lagi. Termasuk perbankan dalam negeri juga beli SBN yang dilepas oleh asing. Sejak awal tahun secara keseluruhan kami sudah beli Rp 100 triliun di pasar sekunder," kata Perry.

Dia mengungkapkan, sebanyak Rp 78 triliun merupakan upaya untuk pertahanan saat virus corona yang menyebar ke berbagai negara.

Menurut Perry hal tersebut menyebabkan imbal hasil atau yield SBN meningkat dari 6,56% menjadi 6,95%.

Dia menambahkan sejak awal tahun, rupiah telah melemah 1,08%. Menurut Perry, pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan negara lainnya.

"Negara lain relatif lebih rendah. Won Korea melemah 5,07%, baht Thailand melemah 6,42%, Singapore dolar melemah 3,76% , ringgit Malaysia melemah 2,91% ," kata dia. (detikfinance/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru