Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Banjir dan Macet, Omzet Mal di Jakarta Jelang Imlek Turun 20%

- Senin, 27 Januari 2014 18:26 WIB
229 view
Banjir dan Macet, Omzet Mal di Jakarta Jelang Imlek Turun 20%
Jakarta (SIB)- Para pengusaha dan pengelola pusat belanja atau mal di Jakarta tidak terlalu banyak berharap akan meraup untung besar jelang perayaan imlek 2014. Dampak banjir dan macet di Jakarta masih terasa terhadap omzet mereka di Januari 2014 hingga turun 20% dibandingkan bulan sebelumnya.

"Omzet bulan ini turunnya cukup besar, mencapai 20%, ini akibat banjir di mana-mana di Jakarta khususnya, ditambah lagi macet di mana-mana membuat orang malas ke mal," ucap Direktur Pakuwon Group yang juga Ketua Dewan Pembiana Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan, dihubungi, Minggu (26/1).

Stefanus mengungkapkan, pengelola mal sudah melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen lebih banyak lagi khususnya menjelang perayaan Imlek tahun ini yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014. Namun hal itu diperkirakan tak akan membantu banyak.

"Kita melakukan banyak perubahan dekorasi, diskon ya sudah, tapi memang animo masyarakat belum naik signifikan, tapi untuk daerah selatan Jakarta masih lumayan, karena dampak kemacetan dan banjir ini tidak separah di daerah lainnya di Jakarta," tutupnya.

Sebelumnya kementerian perdagangan mencatat dampak banjir di Jakarta telah membuat kunjungan di pusat belanja menurun dan berdampak pada omzet 24 mal di Jakarta. 

Banyak Jalan Rusak, Pengusaha Rugi Besar
Kerusakan parah kondisi jalan akibat banjir dirasakan dampaknya oleh para pengusaha. Salah satunya adalah kenaikan biaya logistik, akibat tersendatnya arus distribusi, khususnya di jalur Pantura.

"Dampaknya banyaknya jalan rusak ini tambah memberatkan pengusaha. Biaya logistik tambah besar, sementara ketersediaan truk juga semakin kurang, karena tertahan di beberapa jalur Pantura yang putus dan macet 12 sampai 24 jam. Kerugian kita semakin besar," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Sabtu (25/01).

Sofjan belum berani menyebutkan berapa kerugian yang diderita pengusaha akibat banjir dan jalan rusak. Dia masih menunggu hingga musim hujan berakhir. Sementara itu dampak lain yang muncul akibat banjir dan jalan rusak adalah sulitnya para pengusaha khususnya di Jakarta mendapatkan bahan baku.

"Kita juga susah mendapatkan bahan baku karena jalur Pantura di bagian utara seperti Kudus, Pati, dan Semarang kerendam air dan pabrik-pabrik di sana juga terganggu operasinya sebagian dan sebagian lainnya tidak beroperasi," imbuhnya. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru