Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Pengamat: Ekonomi Indonesia 2021 akan Menggeliat dengan Penyuntikan Vaksin Corona

Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 10:28 WIB
521 view
Pengamat: Ekonomi Indonesia 2021 akan Menggeliat dengan Penyuntikan Vaksin Corona
Foto Dok
Dr Ir Masdin Efendi Girsang MSi
Medan (SIB)
Perekonomian Indonesia 2021 masih terus berjuang dari keterpurukan akibatkan Covid-19. Tetapi dengan vaksin buatan Sinovac asal Tiongkok akan ada harapan baru untuk menggeliatnya kembali perekonomian Indonesia di tahun 2021.

Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Dr Ir Masdin Efendi Girsang MSi kepada SIB melalui pesan WhatsApp, Senin (4/1) terkait perekonomian Indonesia di tahun 2021 dengan pandemi Covid-19.

Dijelaskan, perkembangan ekonomi di tahun 2021 diprediksi akan tetap ada sektor infrastruktur, pertanian, kesehatan, teknologi informasi/komunikasi, ekosistem dan bioteknologi yang berdampak.

Mengingat hal itu, maka sebaiknya pemerintah terus menggelontorkan dana stimulus untuk kemajuan bidang usaha, sehingga diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomian domestik yang lebih baik di tahun 2021.

Dari sisi pergerakan ekonomi di tahun 2021, tambahnya, segi konsumsi masih berkisar di atas 50 persen. Dengan demikian, untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia perlu ada bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah.

“Tapi yang perlu diperhatikan saat ini adalah keakuratan data penerima BLT dari pemerintah. Harus benar-benar masyarakat yang membutuhkan, bukan seperti yang terdengar luas di masyarakat selama ini, data penerima masih banyak yang kurang sesuai,” ujarnya.

Di samping itu, bantuan sosial untuk permodalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga masih perlu digelontorkan dari pemerintah, agar kesulitan para UMKM dari keterbatasan mendapatkan bantuan permodalan dapat teratasi.

“Jadi perlu pengawasan yang lebih baik ke depan, agar bantuan sosial yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk membantu kehidupan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik, tanpa adanya rekayasa,” tutupnya. (M12/a)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru