Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Kebanyakan Impor Minyak, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 4,06 Miliar di 2013

- Selasa, 04 Februari 2014 14:42 WIB
411 view
 Kebanyakan Impor Minyak, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 4,06 Miliar di 2013
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Sepanjang 2013 lalu, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami defisit US$ 4,06 miliar. Defisit neraca perdagangan ini terjadi karena besarnya impor minyak dan hasil minyak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun lalu, total ekspor Indonesia adalah US$ 182,57 miliar, sementara untuk impor mencapai US$ 186,63 miliar. Impor minyak mentah tahun lalu mencapai US$ 10,2 miliar dan impor hasil minyak mencapai US$ 4,2 miliar.

"Ini karena kita masih perlu banyak (minyak dan BBM). Ada untuk produksi dan untuk konsumsi," kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Sementara pada Desember 2013, neraca perdagangan surplus sebesar US$ 1,52 miliar. Ini merupakan surplus secara berturut-turut dalam tiga bulan terakhir. "Kalau tiga bulan terakhir ini memang kencang ekspornya," sebut Suryamin.

Untuk Desember 2013, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 16,98 miliar atau naik 10,33% dibanding Desember 2012.

Bila dibandingkan November 2013, nilai ekspor ini naik 6,56%. Ekspor migas Indonesia tercatat naik 23,07%, dari US$ 2,77 miliar menjadi US$ 3,41 miliar, dan non migas naik 3,09% dari US$ 13,17 miliar menjadi US$ 13,58 miliar.

"Penyebabnya adalah ada kenaikan dari gas yang ekspornya meningkat. Kemudian juga tekstil juga naik," kata Suryamin.

Akumulasi ekspor Indonesia Januari-Desember 2013 mencapai US$ 182,57 miliar atau turun 3,92% secara yoy. Ekspor non migas mencapai US$ 149,93 miliar atau turun 2,03% secara yoy.

Komoditas ekspor terbesar Indonesia adalah bahan bakar mineral US$ 27,78 miliar, lalu lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 19,22 miliar.

Berikut pangsa pasar ekspor terbesar Indonesia

China US$ 21,28 miliar
Jepang US$ 16,09 miliar
AS US$ 15,08 miliar
Asean US$ 30,07 miliar
Uni Eropa US$ 16,67 miliar

Sementara untuk impor, nilai impor Indonesia pada Desember 2013 adalah US$ 15,46 miliar atau turun 0,79% dibanding Desember 2012.

Namun dibanding November 2013, impor di Desember 2013 naik 2,04%. Ini terdiri dari impor migas  7,19% dari US$ 3,94 miliar menjadi US$ 4,22 miliar. Impor non migas juga naik 0,23% dari US$ 11,21 miliar menjadi 11,24 miliar.

Akumulasi impor Januari-Desember 2013 tercatat US$ 186,63 miliar atau turun 2,46% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor non migas US$ 141,36 miliar atau turun 5,20%. Andil terbesar impor adalah mesin dan peralatan mekanik US$ 27,29 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 18,20 miliar.

Berikut negara asal barang impor terbesar Indonesia
China US$ 29,57 miliar
Jepang US$ 19,05 miliar
Thailand US$ 10,61 miliar
Asean US$ 30,30 miliar
Uni Eropa US$ 13,48 miliar.

(detikfinance/h)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru