Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Meski Memiliki Kelemahan, Handphone Cina Masih Diminati di Medan Karena Murah

- Rabu, 05 Februari 2014 15:59 WIB
510 view
Meski Memiliki  Kelemahan,  Handphone Cina Masih Diminati di Medan Karena Murah
Medan (SIB)- Meskipun persaingan antar produk Handphone (HP) mulai menggeliat, namun HP  buatan Cina masih diminati masyarakat,  karena harga terjangkau dan memiliki fitur yang tidak kalah canggih dengan pabrikan ponsel terkenal lainnya. Hal itu dikatakan salah satu karyawan konter samsung di Plaza Milenium Fitriana, saat diwawancarai ,Selasa(4/2/2014).

 Menurutnya,  ponsel produk Cina banyak hadir dengan fitur-fitur yang patut diperhitungkan. Jika ponsel produk Nokia dan Blacberry saat ini mendominasi pasar di Kota Medan,  ponsel produk Cina memiliki pasar tersendiri.

“Meski dikonter  saya,  menjajakan berbagai merek ponsel terkenal, namun ponsel produk Cina mempunyai pasar tersendiri, ponsel  yang diminati yaitu mito, cross dan sunberry, apa lagi ponsel tersebut memiliki kelebihan suara yang besar dan bisa memuat lagu dalam jumlah banyak, juga dilengkapi fitur-fitur yang tergolong lengkap, seperti camera dan bentuknya lucu serta unik,”ujarnya.

Hal senada  dikatakan, Sales Promotion Girl (SPG) Juni di Plaza Millenium, minat masyarakat membeli  HP Cina meski cukup  besar, terbukti para pembeli yang masih ada.  HP Cina  memiliki dan harga yang murah, sehingga banyak orang yang mencari HP Cina sebagai HP pegangannya maupun sebagai HP  kedua, atau untuk hadiah. “Kalau disini yang termurah itu harganya Rp 170.000 namun belum memakai memory card, yang dijual  ada merek Cross, Mitto, K’fone, Maxis, H2O, Maxtron dan Micron,”jelasnya

 Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri USU Sania Angelia mengatakan,  HP Cina memiliki beberapa kelemahan, ada beberapa HP Cina di Medan belum mempunyai services centernya, settingan wap dan gprsnya masih secara manual,  cepat panas apabila digunakan pada saat menelpon dan dukungan software masih kurang maksimal.(DIK5/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru