Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Kenaikan Harga Komoditas Naik, Picu Inflasi di Sumut Tinggi

- Rabu, 05 Februari 2014 16:08 WIB
1.120 view
Kenaikan Harga Komoditas  Naik, Picu Inflasi di Sumut Tinggi
SIB/Ramadhona Raja Hsb
HARGA PETAI DI MEDAN MELONJAK : Harga petai di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan melonjak menjadi Rp 3.500 per papan dari harga biasanya Rp 2.000,-. Hal ini dipicu minimnya pasokan petai dari Kebupaten Simalungun maupun Tobasa karena berakhir musim
Medan(SIB)- Meningkatnya harga berbagai komoditas pangan akibat terganggunya pasokan dari  sentra produksi dari  Tanah Karo sekitarnya akibat letusan Gunung Sinabung menjadi pemicu utama melonjaknya inflasi cukup tinggi  di Sumut.  Hal itu dikatakan pengamat ekonomi USU Wahyu, saat diwawancarai di Medan,Selasa (4/2/2014).

Menurutnya, Sembako merupakan komponen dari penyebab inflasi. Apalagi bobot tertinggi dari inflasi adalah sembako, seperti beras, gula, telur dan minyak. Selain dipicu harga cabe yang naik, inflasi di Kota Medan dan Sumut juga didorong  naiknya beberapa komoditas sayur-mayur dan buah-buahan, antara lain,  tarif angkutan udara, harga wortel, harga sayur sawi, harga bawang merah, harga daging ayam ras, dan harga jeruk yang naik.

Berdasarkan pantauan wartawan di pusat pasar Medan, harga sayuran mengalami kenaikan, disebabkan semakin menipisnya stok pasokan dari sentra penghasil sayuran di Tanah Karo dalam sepekan terakhir, saat ini pasokan sayuran berkurang hingga lebih dari 30%. Kondisi itu menyebabkan pedagang menaikkan harga untuk menghindari kerugian.

Harga sayuran rata-rata mengalami kenaikan antara 10%-30% dibandingkan harga sebelumnya. Sawi putih misalnya, saat ini dipatok dengan harga Rp10.000 per kilogram atau naik dari sebelumnya dengan harga Rp8.000 per kilogram, kembang kol dan brokoli kembali naik menjadi Rp10.000- Rp11.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram, Begitu juga dengan sayuran lainnya seperti kangkung, tomat, kubis, wortel, terong, kacang panjang, buncis dan sejumlah komoditas sayuran lainnya yang kembali mengalami kenaikan.

 â€œMau bagaimana lagi, saat ini distribusi sayuran dari Berastagi   terhambat karena cuaca buruk,sehingga kami menaikkan harga,” kata Mariaty, pedagang sayur  di Pusat Pasar Medan.

Sementara itu, harga sebagian jenis sayuran di kawasan Marelan saat ini masih stabil. Karena  pasokan sayur mayur yang dipasarkan di Marelan umumnya tidak  didatangkan dari kawasan Kabanjahe dan Brastagi.

Pedagang sayuran di jalan Rahmauddin Marelan, Purnama mengatakan, sejak erupsi sinabung harga sayuran beberapa hari terakhir bertahan sama dengan harga sebelumnya. Marelan sebagai kota Sayur saat ini menjadi sentra bisnis penjualan hasil pertanian yang berasal dari berbagai daerah yakni Marelan, Stabat, Hamparan Perak,  Binjai, Helvetia, sehingga tak heran produksi hasil pertanian dari daerah ini masih banyak tak berpengaruh terhadap dampak erupsi gunung sinabung. 

“Harga jenis sayur kangkung akar dijual Rp2.500 satu ikat, kacang panjang dijual Rp4.000 satu ikat, terong merah besar Rp6.500  perkilogram, terong kecil Rp5.500  perkilogram, timun R 2.300 perkilogram, sedangkan pasaran cabe merah tembus Rp27.000 perkilogram, cabe hijau Rp17.000 per kilogram,”katanya.(DIK5/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru