WALHI Desak China Exim Hentikan Dana PLTA Batang Toru
Medan(harianSIB.com)Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru
Sebelumnya pada Agustus 2024, Tupperware meragukan kemampuannya untuk tetap menjalankan bisnis.
Kondisi tersebut tampak ironis sebab saat pandemi Covid-19, penjualan wadah plastik kedap udara tersebut sempat meningkat karena tren memasak di rumah. Lantas, apa yang membuat Tupperware bangkrut?
Kepala Eksekutif Tupperware, Laurie Goldman mengatakan, produsen wadah plastik tersebut mengalami kerugian karena penurunan penjualan. Permintaan pasar terhadap wadah makan warna-warni juga semakin menurun, meskipun sempat meningkat saat pandemi.
Selain itu, lonjakan biaya tenaga kerja, pengiriman, dan bahan baku seperti resin plastik pasca-pandemi juga telah menekan bisnisnya.
"Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan telah sangat terpengaruh oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang," ungkap Goldman dikutip dari kompas.com, Kamis (19/9/2024).
Perusahaan tersebut telah berupaya membalikkan keadaan bisnisnya selama bertahun-tahun setelah melaporkan penurunan penjualan selama beberapa kuartal.
Pada April 2023, perusahaan tersebut telah mengungkapkan dalam pengajuan pengaturan untuk kemungkinan kebangkrutan. Di tahun tersebut, Tupperware juga pernah mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat mendanai lagi operasinya kecuali menemukan lebih banyak keuntungan.
Lalu pada 2024, Tupperware menutup satu-satunya pabrik di South Carolina, AS yang mengakibatkan 148 orang terpaksa mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Saham Tupperware juga telah anjlok sebanyak 74,5 persen pada 2024 dan terakhir diperdagangkan hanya seharga 51 sen.
Tupperware didirikan oleh seorang ahli kimia yang berasal dari Massachusetts, AS, Earl Tupper pada 1946. Dikutip dari laman resmi Tupperware, Earl Tupper terinspirasi membuat wadah dengan tutup kedap udara tak lama setelah era Depresi Besar.
Ia menilai, wadah tersebut dapat menghemat pengeluaran karena dapat mengurangi sampah makanan dan dapat membantu keluarga yang terdampak perang.
Walaupun sudah didirikan pada 1946, Earl Tupper baru memperkenalkan bisnisnya tersebut pasca Perang Dunia II. Lalu pada 1951, Tupper mempekerjakan seorang pelayan di perusahaan produk pembersih Stanley Home bernama Brownie Wise.
Perusahaan tersebut kemudian mengadopsi cara Stanley Home untuk menjual produk langsung kepada ibu rumah tangga yang dijuluki "home party." Cara tersebut berhasil dan pada 1950-an, Wise diangkat menjadi Wakil Presiden Pemasaran Tupperware.
Trik penjualan tersebut berkembang pesat dan bahkan mempunyai komunitas yang dikenal dengan "Tupperware party."
Meskipun Wise dipecat pada 1958 karena konfliknya dengan Earl Tupper, namun "Tupperware party" tetap hidup. Bertahun-tahun setelahnya, Tupperware telah dijual di hampir 100 negara dan pasar terbesarnya adalah Indonesia. (*)
Medan(harianSIB.com)Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru
Langkat(harianSIB.com)PT Raya Padang Langkat bergerak cepat memperbaiki jembatan yang ambruk di Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, K
Tapsel(harianSIB.com)Puluhan siswa dari sekolah binaan PT Agincourt Resources (PTAR) mengikuti Jambore Berdaya Sekolah Adiwiyata di Sopo Dag
Medan(harianSIB.com)Harga emas dunia melemah ke level 4.317 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,49 juta per gram, setelah pejabat The F
Simalungun(harianSIB.com)Korem 022/Pantai Timur menggelar bazar murah untuk prajurit, PNS, Persit dan masyarakat dalam menyambut HUT ke81 T
Tapteng(harianSIB.com)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menyepakati ranc
Lubukpakam(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang membuka peluang investasi dan kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok
Jakarta(harianSIB.com)Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersinergi dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Fo
Medan(harianSIB.com)Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Dr Adardam Achyar, menyoroti persoalan surat yang dibuat advokat dalam men
Binjai(harianSIB.com)Seorang petugas pemotongan batang pohon bernama Akbar terjatuh dari ketinggian saat melakukan pekerjaan peremajaan poho
Belawan(harianSIB.com)Tim URC Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial MR (38), yang diduga melakukan pencurian
Rantauprapat(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu menangkap seorang pria berinisial MA alias Ari (32)